Mangupura, balibercerita.com –
Patung Dewa Ruci, salah satu ikon kebanggaan Kabupaten Badung, kembali mendapatkan sentuhan perbaikan setelah mengalami sejumlah kerusakan minor. Patung yang berdiri megah di atas Underpass Simpang Siur ini menggambarkan tokoh Bima (Werkudara) saat bergelut dengan naga dalam pencarian air kehidupan di tengah samudra, simbol kekuatan dan keteguhan dalam spiritualitas Hindu.
Patung ini telah mengalami peremajaan pada tahun 2018 dalam rangka menyambut gelaran International Monetary Fund (IMF) – World Bank Annual Meetings. Proses penataan kala itu berlangsung selama tiga bulan, dibiayai melalui dana CSR pihak ketiga dengan nilai miliaran rupiah. Pada Juli 2022, menjelang KTT G20 di Nusa Dua, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Bali kembali melakukan pengecatan ulang serta grouting untuk memperkuat struktur patung.
Tahun ini, perbaikan kembali dilakukan menyusul ditemukannya beberapa kerusakan seperti retakan, permukaan yang bopeng, dan tumbuhan liar yang tumbuh di sekitar patung. Pemerintah Kabupaten Badung mengalokasikan dana sebesar Rp150 juta melalui APBD Induk Badung, dengan pelaksanaan proyek dikerjakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Badung.
Perbaikan dimulai pada Senin, 5 Mei 2025, didahului dengan prosesi upacara matur piuning sebagai bentuk permohonan restu secara spiritual. Fokus perbaikan meliputi pengecatan ulang seluruh patung utama serta ornamen patung di sekitar taman, penanganan kerusakan pada struktur ekor naga yang mulai keropos, serta penguatan besi rangka dalam.
“Jenis kerusakan yang kami tangani mencakup keropos pada sisik naga, retakan di badan patung, dan penguatan struktur ekor naga yang sudah rapuh. Besi-besi rangka juga kami ikat ulang agar lebih kokoh,” kata Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHK Badung, I Wayan Narayana.
Sebanyak 10 orang pekerja dikerahkan dalam proyek ini, termasuk dua seniman patung asal Kapal dan Mengwi yang memiliki keahlian dalam penanganan karya seni berbahan semen dan resin. Proses perbaikan dilakukan dengan ekstra hati-hati mengingat ketinggian patung dan kondisi beberapa bagian yang telah rapuh.
Awalnya, pengerjaan ditargetkan rampung pada Juni 2025. Namun berkat kerja keras tim, perbaikan fisik selesai lebih cepat, yakni pada 25 Mei 2025, meskipun sempat terkendala cuaca. Saat ini, proses tinggal menyisakan beautifikasi kolam air mancur di bawah patung, yang ditargetkan rampung pada 10 Juni 2025.
Meski demikian, pihak DLHK menyebutkan masih diperlukan tambahan dana untuk pengadaan lampu sorot sebagai elemen estetika kolam yang belum tercover anggaran. Rencananya, mereka akan mengajukan usulan kepada Bupati Badung untuk menggandeng perusahaan swasta melalui program CSR.
Berdasarkan evaluasi lapangan, DLHK juga mengusulkan agar pemeriksaan rutin terhadap kondisi fisik patung dilakukan minimal dua tahun sekali. Mengingat tinggi dan kompleksitas struktur patung, diperlukan metode pemeriksaan yang lebih mendalam, seperti inspeksi manual atau menggunakan drone.
“Setelah berkoordinasi dengan ahli patung, kami sepakati perlunya pemeriksaan menyeluruh minimal dua tahun sekali agar kerusakan tidak terjadi lagi sampai ke tingkat keropos,” imbuh Narayana.
Ia juga menyebutkan telah menyiapkan petugas khusus yang akan siaga setiap hari untuk pemantauan berkala. Sebagai penutup rangkaian revitalisasi, akan dilaksanakan upacara mecaru sebagai bentuk penyucian kembali kawasan Patung Dewa Ruci. DLHK akan berkoordinasi dengan pangempon Pura Tanah Kilap yang berlokasi tidak jauh dari area lokasi patung. (BC5)


















