
Mangupura, balibercerita.com –
Upaya pencegahan penularan HIV/AIDS perlu mendapat dukungan berbagai pihak, terlebih lagi generasi muda. Maka dari itu, Pemkab Badung melirik keterlibatan generasi muda khususnya pelajar tingkat SMA untuk ikut peduli dan bergerak aktif mengantisipasi penyakit berbahaya tersebut.
Wakil Bupati Badung yang juga Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Badung, I Ketut Suiasa mengatakan, salah satu program untuk meningkatkan peran serta generasi muda dalam pencegahan HIV/AIDS adalah Pemuda Badung Tangguh Cegah HIV/AIDS. Ini merupakan program inovasi aksi aktual yang digerakkan di kalangan generasi muda khususnya siswa SMA untuk dapat mencapai Badung From Hero To Zero untuk mengakhiri epidemi penyebaran HIV/AIDS.
Saat sosialisasi program ini di SMAN 1 Petang, Kamis (6/6), Suiasa mengatakan, penyebarluasan informasi yang benar kepada masyarakat juga diharapkan dapat meningkatkan kepedulian dan peranan dari masyarakat menuju 3 Zero AIDS yakni Zero New HIV Infection (nihil infeksi baru), Zero AIDS Related Death (nihil kematian akibat HIV/AIDS), dan Zero Discrimination (nihil stigma atau diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS).
Dijelaskannya lebih lanjut, adapun cairan yang tubuh yang dapat menularkan HIV seperti darah, cairan kelamin, dan ASI (air susu ibu). Perilaku sehari-hari di masyarakat juga bisa menularkan HIV antara lain seks bebas tanpa pengaman (kondom), dan bertukar jarum suntik yang tidak disterilkan pengguna narkoba.
“Mudah-mudahan melalui acara sosialisasi ini dapat berkontribusi dalam upaya mengatasi berbagai persoalan serius sehingga dapat menyelamatkan Kabupaten Badung dari ancaman HIV/AIDS dan dapat dijadikan sebagai momentum untuk mempercepat pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Badung serta melalui komitmen pada tingkat lokal dan sebagai upaya penguatan kesadaran kolaborasi pengembangan inovasi kemandirian masyarakat dalam mencegah infeksi dan penularan HIV/AIDS,” ucap Suiasa.
Lebih lanjut dikatakannya, HIV adalah virus yang termasuk famili retroviridae yang dapat menginfeksi sel limfosit dan menyebabkan penurunan kekebalan tubuh. Edukasi yang benar mengenai cara penularan, pencegahan, dan pengobatannya, dapat membantu mencegah penularan HIV di masyarakat. (BC13)


















