Belum Pulih 100 Persen Pascapandemi, Ini Catatan Bandara Ngurah Rai Periode Januari-November 2023

0
222
Bandara Ngurah Rai
Handy Heryudhitiawan. (ist)

Mangupura, balibercerita.com – 

Dampak pandemi Covid-19 ternyata masih dirasakan sampai saat ini oleh Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Hal itu ditandai dengan kondisi pergerakan penumpang yang belum mencapai seperti kondisi sebelum pandemi Covid-19. 

Terhitung Januari-November 2023, pergerakan penumpang mencapai 20 juta, sedangkan sebelum pandemi mencapai 24,4 juta di tahun 2019. Kendati demikian, tingkat pemulihan (recovery rate) saat ini mencapai 89 persen. Kondisi ini relatif cukup tinggi dibandingkan 14 bandara lainnya di bawah naungan di Angkasa Pura I.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Handy Heryudhitiawan menerangkan, jumlah pergerakan (movement) take off landing pesawat di Bandara Ngurah Rai mencapai 32 pergerakan dalam kurun waktu 1 jam. Kapasitas terminal Bandara Ngurah Rai sampai saat ini mampu menampung 34 juta orang, dengan 62 parking stand pesawat dan 2 helipad. 

Total pegawai di Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai sebanyak 1.593 orang, dengan 534 orang pegawai organik dan 1.059 outsourcing. Operasional Bandara Ngurah Rai saat ini berlangsung 24 jam, dengan pergerakan penumpang perhari mencapai 65 ribu orang.

Dari Januari sampai November 2023, Bandara Ngurah Rai telah melayani 11 maskapai domestik. Maskapai Lion Air menjadi yang terbanyak terbang dengan 5.418 kali terbang, Citilink 5.044 kali, Super Air Jet 4.613 kali. Sedangkan untuk internasional ada sebanyak 36 maskapai yang dilayani. Jetstar Airways menjadi peneebangan internasional terbanyak yaitu 3.571 kali, Air Asia sebanyak 3.499 kali dan Malindo airways sebanyak 2.476 kali. “Kita melayani 20 rute domestik dan 37 rute internasional,” ucapnya.

Baca Juga:   Bupati Giri Prasta Tegaskan Pembangunan Harus Merata

Selama 11 bulan tahun 2023, operasional penumpang tumbuh sebanyak 19,4 juta, dibandingkan tahun 2022 sebanyak 10,8 juta. Rata-rata harian penumpang tumbuh sekitar 58 ribuan dari 832 ribuan. Kedatangan dan keberangkatan domestik tumbuh 27 persen, serta keberangkatan internasional 185 persen dan kedatangan internasional 170 persen. “Total keberangkatan 5,3 juta penumpang dan kedatangan 5,1 juta,”katanya.

Pergerakan pesawat tumbuh  62 persen dibandingkan tahun lalu. Tercatat ada 124.153 pesawat yang take off landing, dengan rata-rata harian 372. Kondisi cargo juga tumbuh 64 pesen dari rata-rata harian 170 ton per hari, dibandingkan tahun lalu 103 ton rata rata harian. Dalam artian, selama 11 bulan di tahun 2023, jumlah cargo di Bandara Ngurah Rai mencapai 56.780 ton.

Baca Juga:   Tim SAR Evakuasi Remaja Asal Tabanan yang Alami Hipotermia di Gunung Agung

Berdasarkan kutipan API dari data Imigrasi Bandara, Australia menempati peringkat teratas kedatangan WNA ke Indonesia yang melalui Bandara Ngurah Rai sepanjang Januari-November 2023, yaitu 1.227.799. Disusul India sebanyak 398 ribu, Inggris sebanyak 238 ribu, Tiongkok sebanyak 236 ribu, kemudian Amerika Serikat, Singapura, Korsel, Malaysia, Jerman dan Perancis.

Adapun 5 besar keberangkatan penumpang terbanyak rute domestik yaitu tujuan Cengkareng pada posisi pertama dengan 326 flight perminggu (hampir tiap jam ada perhari) yang dilayani 10 maskapai dengan keterisian 78 persen. Disusul Surabaya 78 flight per minggu oleh 4 maskapai, Makassar 35 flight per minggu, Bandung 30 flight, dan Labuan Bajo 30 flight per minggu.

Sedangkan rute internasional rute keberangkatan terbanyak menuju Singapura dengan 121 flight per minggu yang dilayani 7 maskapai. Tingkat keterisian penumpang (load factor) mencapai 81 persen. Disusul Kuala Lumpur sebanyak 91 flight per minggu yang dilayani 5 maskapai. Kemudian rute Australia, yaitu Melbourne 51 flight, Perth 56 flight, dan Sidney sebanyak 42 flight.

Penerbangan langsung paling jauh untuk rute internasional yaitu ke Istanbul, Turki, berjarak 10.300 km, dengan seat available 7.678 per bulan. Jadwal penerbangannya 5 kali seminggu, yaitu pada hari Senin, Selasa, Kamis, Jumat, dan Minggu. Turkish Air terbang langsung tanpa transit, dengan waktu tempuh selama 13,5 jam. Sedangkan rute paling dekat ke Darwin Belanda yang berjarak 1.772 km, dengan waktu tempuh 1 jam 40 menit. 

Baca Juga:   Dua Remaja Tersesat di Gunung Abang, Tim SAR Lakukan Evakuasi Dramatis

Kapasitas kursi yang tersedia sebanyak 4.092 perbulan, dengan jadwal penerbangan 5 kali seminggu yairu Senin, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu. “Sebenarnya rute Amsterdam memang lebih jauh dari Turki, tapi pesawat itu transit di Singapura,” jelasnya.

Untuk rute penerbangan domestik terjauh yaitu menuju Sorong, Papua, dengan jarak 7.478 km. Kapasitas kursi tersedia sebanyak 1.944 per bulan. Jadwal penerbangan 3 kali seminggu, yaitu Rabu, Kamis, dan Sabtu. Sedangkan rute domestik terdekat yaitu ke Lombok, dengan jarak 567 km. Penerbangan ini berlangsung 3-4 kali sehari, dengan hari tergantung jadwal yang diajukan. Kapasitas kursi yang tersedia sebanyak 13.478 per bulan. “Sebenarnya ke Lombok terbangnya cepat, tapi yang lala memang ngantre untuk mendarat,” imbuhnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini