Beranda Umum Jembatan Pandawa-Bali Cliff Mulai Diaspal, Ditarget Rampung November

Jembatan Pandawa-Bali Cliff Mulai Diaspal, Ditarget Rampung November

0
Jembatan
Pengaspalan tengah dilakukan di ruas Jalan Alas Arum. (ist)

balibercerita.com –
Pembangunan jembatan penghubung kawasan Pantai Pandawa dengan Jalan Bali Cliff, Lingkar Selatan Kuta Selatan, memasuki tahapan lanjutan. Setelah struktur utama jembatan rampung, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung kini melanjutkan pekerjaan pengaspalan yang menjadi bagian dari paket pekerjaan tahun anggaran 2026.

Kepala Bidang Bina Marga PUPR Badung, I Putu Teddy Widnyana Putra mengatakan, pekerjaan pengaspalan ruas Jalan Alas Arum tersebut telah dimulai sejak 29 Juni 2026. Hingga 6 September 2026, progres pekerjaan telah mencapai 38,374 persen. Seluruh pekerjaan ditargetkan dapat diselesaikan pada 25 November 2026.

Baca Juga:   Kesadaran Berlalu Lintas Masih Rendah, Barrier Dipasang di Simpang Temacun

Menurut Teddy, lapisan perkerasan jembatan menggunakan metode AC-BC (binder course) dan AC-WC (wearing course). Pengaspalan dilakukan dalam dua lapis dengan ketebalan total sekitar 11 sentimeter.

Tahapan pengaspalan ini dilakukan setelah pada kontrak tahun 2025 pekerjaan difokuskan pada penyelesaian struktur utama jembatan. “Untuk tahun 2026 ini pekerjaannya mencakup tanah dan geosintetik, perkerasan berbutir, perkerasan aspal, struktur serta pekerjaan harian dan pekerjaan lainnya,” jelasnya, Selasa (15/9).

Baca Juga:   Traffic Lebaran 2026 di Bandara Ngurah Rai Tembus 941 Ribu Penumpang, Penerbangan Tambahan Capai 218 Pergerakan

Teddy menambahkan, pengaspalan dan tahapan lanjutan pembangunan jembatan tersebut dibiayai melalui APBD induk Kabupaten Badung tahun 2026. Nilai pagu pekerjaan mencapai sekitar Rp4 miliar. Dengan berlanjutnya pekerjaan tersebut, jembatan ini diharapkan segera memberikan manfaat bagi konektivitas antara kawasan Pantai Pandawa dan Jalan Bali Cliff di wilayah Kuta Selatan.

Baca Juga:   Sejarah Konservasi Penyu di Kuta dan Pengabdian Mr. Tukik

Kehadiran jalur penghubung tersebut tidak hanya untuk memperlancar akses, tetapi juga diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah di kawasan selatan Badung yang terus berkembang sebagai salah satu kawasan pariwisata. (BC5)