Beranda Umum Pos SAR Jembrana Diusulkan Naik Kelas, Ini Alasannya

Pos SAR Jembrana Diusulkan Naik Kelas, Ini Alasannya

0
Pos SAR Jembrana
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar bersama jajaran saat berdiskusi dengan Bupati Jembrana. (ist)

balibercerita.com –
Aktivitas pelayaran di Kabupaten Jembrana diprediksi semakin padat. Selain Pelabuhan Gilimanuk yang menjadi pintu utama penyeberangan Jawa-Bali, pemerintah juga menyiapkan pengembangan Pelabuhan Perikanan Rakyat (PPR) di Desa Pengambengan. Kondisi ini membuat kebutuhan terhadap layanan pencarian dan pertolongan (SAR) yang lebih kuat semakin mendesak.

Melihat potensi meningkatnya aktivitas pelayaran sekaligus risiko kecelakaan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) mengusulkan peningkatan status Pos SAR Jembrana menjadi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas IV. Penguatan tersebut dibahas saat Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, S.H., M.M., bersama jajarannya menemui Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, S.E., M.M. pada Senin (14/9).

Baca Juga:   Enam Dekade Kiprah PT Angkasa Pura I

Sidakarya mengatakan, peningkatan status tersebut diperlukan untuk memperkuat kemampuan respons terhadap berbagai kejadian yang membutuhkan penanganan SAR di Jembrana. Terlebih, wilayah ini memiliki aktivitas penyeberangan yang cukup tinggi melalui Pelabuhan Gilimanuk.

“Tingkat kejadian kecelakaan di Kabupaten Jembrana cukup tinggi. Kita selalu bersinergi dengan stakeholder terkait, termasuk BPBD Jembrana dalam kegiatan operasi SAR,” jelas Sidakarya.

Ia mengatakan, keberadaan surat rekomendasi dari pemerintah daerah menjadi salah satu persyaratan dalam proses pengajuan peningkatan status Pos SAR Jembrana menjadi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas IV.

Baca Juga:   Anom Gumanti Sebut Perubahan Pola Pengelolaan Sampah Perlu Keterlibatan Masyarakat

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan menyambut baik usulan tersebut. Menurutnya, penguatan SAR sangat dibutuhkan mengingat Jembrana tidak hanya menghadapi potensi kecelakaan pelayaran, tetapi juga berbagai bencana lain, termasuk banjir. “Bencana banjir paling sering terjadi di Kabupaten Jembrana. Saya mengapresiasi Basarnas yang telah turun ke lapangan bersinergi dengan BPBD kami,” ujarnya.

Kembang Hartawan menilai peningkatan status Pos SAR menjadi kantor kelas IV akan semakin penting seiring dengan rencana pengembangan PPR di Pengambengan. “Selain pelabuhan utama Gilimanuk, nantinya akan ada pengembangan pelabuhan perikanan rakyat (PPR) di wilayah Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana. Dengan adanya dua pelabuhan ini nantinya beban kerja tim SAR juga akan bertambah berat,” tegasnya.

Baca Juga:   Direncanakan Tutup April 2022, TPA Suwung Masih Sangat Diperlukan

Karena itu, ia meminta penanganan setiap musibah maupun bencana dapat dilakukan dengan cepat. Koordinasi lintas instansi juga dinilai menjadi kunci agar respons terhadap kejadian di lapangan tidak terlambat. “Masukan-masukan tersebut saya terima dari masyarakat saat berkunjung. Ini akan terus menjadi evaluasi saya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Jembrana,” tandasnya. (BC5)