balibercerita.com –
Penyerang anyar Bali United, Jort van der Sande mulai merasakan kerasnya persaingan Liga 1 Indonesia. Dalam laga perdana kontra PSS Sleman di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (4/9) malam, Jort menilai cuaca panas dan permainan fisik menjadi dua tantangan terbesar yang harus dihadapi.
Bali United berhasil mengawali kompetisi dengan kemenangan 2-1 atas PSS Sleman. Namun, bagi Jort, pertandingan tersebut tidak mudah. Suhu udara yang hangat ditambah intensitas pertandingan membuat laga berlangsung menguras tenaga. “Menurut saya cuacanya, di sini udaranya sangat hangat. Tentu saja, kami sudah terbiasa dengan hal itu selama dua bulan terakhir,” ujar Jort.
Meski sudah menjalani persiapan di Indonesia selama kurang lebih dua bulan, Jort mengakui kondisi cuaca tetap memberikan pengaruh terhadap pertandingan. Terlebih, laga berjalan dengan intensitas tinggi dan melibatkan banyak duel fisik. “Menurut saya pertandingan tadi benar-benar berat. Tentu saja suhu udara berpengaruh, tetapi intensitas dan permainan fisik juga menjadi faktor penting,” katanya.
Menurut pemain asal Belanda tersebut, karakter permainan fisik menjadi salah satu perbedaan yang paling terasa dibandingkan sepak bola yang biasa dihadapinya. “Bagi saya, dua hal itulah yang menjadi perbedaan terbesar,” ungkapnya.
Jort juga mengingatkan rekan-rekannya agar tidak kehilangan konsentrasi hingga pertandingan benar-benar berakhir. Dia bilang, karakter permainan lawan di Liga 1 membuat sebuah tim tidak boleh lengah meski sudah unggul. “Kita harus tetap tajam dan fokus sampai detik terakhir karena lawan selalu bisa mencetak gol berkat permainan fisik mereka,” tegas Jort.
Oleh karena itu, ia meminta Bali United tetap menjaga kewaspadaan sepanjang pertandingan. Kemenangan atas PSS menjadi modal awal yang penting, namun perjalanan kompetisi masih panjang dan tantangan yang dihadapi Serdadu Tridatu akan semakin beragam. “Kita harus benar-benar waspada dan siaga hingga detik terakhir pertandingan,” pungkasnya. (BC5)
















