balibercerita.com –
Rencana Pemkab Badung membuka akses jalan baru yang menghubungkan Jalan Goa Gong menuju Jalan Uluwatu melalui kawasan GWK mendapat sambutan positif dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Ungasan. Jalan alternatif tersebut dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Ketua LPM Ungasan, Made Nuada Arsana mengatakan, pembangunan akses baru sangat dibutuhkan seiring meningkatnya volume kendaraan menuju kawasan Uluwatu. Terlebih, jalur utama selama ini kerap mengalami kepadatan, sementara Tanjakan Goa Gong memiliki kontur yang cukup curam dan menjadi salah satu titik yang perlu diwaspadai pengguna jalan.
“Kami sangat menyambut positif untuk pembuatan atau pembukaan jalan tersebut. Karena itu akan bisa mengurai kemacetan dan memperlancar kendaraan yang lewat, sekaligus upaya mengurangi potensi kecelakaan di tanjakan Goa Gong,” ujarnya belum lama ini.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan alternatif tidak hanya berkaitan dengan kelancaran arus kendaraan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat. Dengan adanya pilihan jalur baru, beban kendaraan di Jalan Uluwatu diharapkan dapat terbagi sehingga kepadatan di jalur utama maupun titik-titik rawan dapat ditekan.
Namun, Nuada mengingatkan agar rencana pembangunan tersebut dipersiapkan secara matang. Pemerintah perlu memastikan aspek teknis, termasuk kebutuhan pelebaran jalan serta kemungkinan pembebasan lahan masyarakat, dilakukan dengan perencanaan yang jelas.
Ia menyebut rencana pembangunan jalan tersebut sebelumnya telah disosialisasikan kepada pihak desa. Kendati demikian, hingga kini proses pembebasan lahan belum dilakukan dan masih berada pada tahap penyampaian rencana.
Maka dari itu, LPM Ungasan berharap sosialisasi diperluas kepada masyarakat, terutama warga yang lahannya atau wilayahnya berpotensi terdampak pembangunan. “Harapan kita memang ada sosialisasi kepada masyarakat semuanya, apalagi masyarakat yang akan terlewati oleh jalan itu. Sehingga masyarakat betul-betul paham tujuan pemerintah, yang tentunya sangat baik,” katanya.
Nuada juga berharap akses baru tersebut nantinya benar-benar berstatus sebagai jalan umum sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas. Menurutnya, kepastian fungsi jalan sebagai akses publik penting agar pembangunan tidak hanya berdampak pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Ungasan dan kawasan pariwisata Uluwatu.
“Intinya kami mendukung. Yang penting perencanaannya matang, masyarakat diberikan pemahaman, dan jalan tersebut nantinya benar-benar menjadi akses untuk kepentingan umum,” pungkasnya. (BC5)

















