Batu Hitam Bermunculan di Pantai Kuta, Wisatawan Diimbau Waspada

0
1

balibercerita.com –
Wisatawan yang beraktivitas di kawasan Pantai Kuta diminta lebih waspada menyusul munculnya sejumlah batu hitam di pesisir setelah kawasan tersebut diterjang gelombang tinggi. Batu-batu tersebut terlihat di dua titik yakni di depan gapura utama Pantai Kuta atau kawasan depan Hard Rock, serta di sekitar shelter yang berada di area pengerjaan breakwater.

Pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Pantai Kuta, I Nyoman Arya Arimbawa mengatakan, material tersebut mulai terlihat sejak awal Agustus. Keberadaan batu-batu itu menjadi perhatian karena sebagian diantaranya licin dan memiliki permukaan tajam. Kondisi tersebut berpotensi membuat wisatawan terpeleset atau mengalami luka, terutama ketika beraktivitas di sekitar garis pantai.

“Kalau gelombang pasang, batunya tidak bisa terlihat. Ketika batunya muncul seperti sekarang, mungkin lebih berhati-hati lagi supaya tidak terpeleset atau terluka. Batunya ada yang licin, ada yang tajam,” ujarnya, Selasa (25/8).

Baca Juga:   World Bicycle Day 2022, Berbagai Komunitas Bersepeda Keliling Kota Denpasar

Menurut Arya, laporan mengenai keberadaan batu tersebut diterima dari sejumlah pihak, termasuk pedagang dan Balawista. Laporan juga menyebut adanya wisatawan yang kemungkinan terpeleset maupun mengalami luka akibat batu yang muncul di pesisir. Pihaknya kemudian berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung agar dilakukan pengecekan langsung untuk memastikan kondisi serta asal material tersebut.

Kemunculan batu bukan kali pertama terjadi di Pantai Kuta. Kondisi serupa pernah ditemukan sekitar Juli 2025. Saat itu, pengelola berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida dan kontraktor proyek. Tim BWS bahkan turun melakukan pengecekan menggunakan drone.

“Waktu tahun lalu saya koordinasi dengan BWS, timnya sempat turun melihat pakai drone. Jadi memastikan apakah ini sisa pengerjaan breakwater atau revetment yang lepas,” jelasnya.

Baca Juga:   Ini Kendala Pembongkaran Bangunan Ilegal di Pantai Bingin

Terkait asal-usul batu yang muncul tahun ini, pihaknya masih menunggu kepastian teknis. Terlebih, kawasan Pantai Kuta saat ini juga masih menjadi lokasi pengerjaan breakwater.

Ia mengingatkan wisatawan agar tidak sembarangan berjalan di area pesisir yang terdapat batu. Imbauan juga disampaikan melalui pengeras suara serta dikoordinasikan dengan Balawista dan pedagang.

Kondisi pasang surut juga menjadi perhatian. Saat air laut pasang, batu-batu tersebut dapat tertutup sehingga tidak terlihat oleh wisatawan. Oleh karena itu, kewaspadaan menjadi langkah utama untuk mencegah kecelakaan di kawasan pantai.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala SNVT Pelaksana Jaringan Sumber Air (PJSA) BWS Bali-Penida, I Gede Lanang Sunu Perbawa menduga batu-batu tersebut bukan material dari breakwater. Posisi batu yang ditemukan dinilai terlalu jauh dari struktur tersebut. “Kalau melihat lokasinya, itu ada di depan revetment PU Badung. Kalau dari breakwater, itu terlalu jauh,” katanya.

Baca Juga:   Satpol PP Badung Tertibkan PKL di Gateway Puri Gading Jimbaran

Sementara, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Badung, Anak Agung Rama Putra memastikan struktur revetment di Pantai Kuta masih dalam kondisi utuh. “Itu revetment masih utuh. Tidak mungkin batu kami menurut saya. Kalau itu revetment berarti kan ambruk. Karena batu kami berwarna putih, yang tergerus itu berwarna hitam,” ujarnya.

Gung Rama mengatakan, pihaknya baru mengetahui kemunculan batu tersebut dan akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi. “Kondisi ini baru saya tahu juga. Kita akan lakukan pengecekan ke lapangan,” imbuhnya. (BC5)