balibercerita.com –
Program pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu fokus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, dalam menjalankan perannya sebagai mitra pemerintah desa. Berbagai program dikembangkan dengan melibatkan masyarakat, mulai dari pengelolaan lingkungan, keamanan dan ketertiban, hingga penguatan sumber daya manusia (SDM).
Program-program tersebut turut mengantarkan LPM Desa Ungasan meraih juara I Lomba LPM Berprestasi Kabupaten Badung 2026 dengan nilai 93,77. Lomba tersebut untuk pertama kalinya digelar Pemkab Badung sebagai upaya mendorong peran dan inovasi LPM dalam pembangunan serta pemberdayaan masyarakat.
Ketua LPM Desa Ungasan, I Made Nuada Arsana mengatakan, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai program yang selama ini dijalankan bersama pemerintah desa dan masyarakat. Penilaian pun tidak hanya melihat kelengkapan administrasi, tetapi juga memastikan program yang dilaporkan benar-benar terlaksana di lapangan.“Dicek kembali kebenaran dan kelengkapan data yang kita upload. Kemudian kita juga mempresentasikan semuanya,” ujar Nuada.
Salah satu program yang menjadi bagian dari kolaborasi LPM Ungasan adalah pengelolaan sampah melalui TPST Karisma. Program tersebut dikembangkan untuk mendukung penanganan sampah sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Saat ini, pengelolaan sampah melalui TPST Karisma telah melayani sekitar 1.700 pelanggan. Pelanggan tersebut terdiri atas rumah tangga, pelaku usaha dan berbagai komponen masyarakat lainnya.
Selain lingkungan, LPM Ungasan juga mengambil peran dalam program yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat. Program tersebut dijalankan melalui koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah desa serta unsur masyarakat.
Nuada mengatakan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian yang akan terus dikembangkan. Ke depan, LPM Ungasan akan lebih mendorong peningkatan kualitas SDM, tidak hanya dari sisi pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pemberdayaan akan diarahkan pada sejumlah sektor, di antaranya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), seni, adat dan budaya. Pengembangan potensi tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memperkuat potensi yang dimiliki Desa Ungasan. “Kita ingin mengajak masyarakat berkolaborasi dalam peningkatan SDM, baik secara intelektualitas maupun keterampilan. Termasuk bidang UMKM, seni, adat dan budaya,” katanya.
Dalam lomba LPM Berprestasi, program kerja, inovasi, keterkaitan program dengan visi dan misi Perbekel serta realisasi kegiatan menjadi sejumlah indikator penilaian. Tahapan penilaian diawali pemeriksaan administrasi, dilanjutkan kunjungan lapangan untuk mencocokkan data yang disampaikan dengan kondisi pelaksanaan program.
Bagi LPM Ungasan, penghargaan tersebut menjadi pemacu untuk meningkatkan program yang sudah berjalan. Ke depan, kolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat akan diperluas agar keberadaan LPM semakin dirasakan dalam berbagai aspek kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, predikat juara bukan sekadar capaian, melainkan menjadi dorongan untuk menjaga keberlanjutan program pemberdayaan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. (BC5)



















