balibercerita.com –
Pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Badung diproyeksikan akan memunculkan bangkitan lalu lintas baru di sejumlah kawasan. Untuk mengantisipasi perubahan pola pergerakan kendaraan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung mulai menghitung skema lalu lintas sebelum pembangunan jalan rampung.
Kepala Dinas Perhubungan Badung, Anak Agung Gde Rahmadi mengatakan, perencanaan dilakukan lebih awal agar perubahan arus kendaraan setelah JLS beroperasi dapat diantisipasi. Saat ini, pembahasan telah dilakukan bersama kepala bidang dan staf di lingkungan Dishub Badung.
“Kita sudah bicarakan bersama kabid dan staf. Kita buat animasi karena ada bangkitan baru. Ini kita bahas agar nanti ketika jalan selesai tidak terlalu lama untuk melakukan rekayasa lalu lintas,” ujar Rahmadi.
Menurutnya, JLS sebagai infrastruktur baru akan mengubah pola pergerakan kendaraan di kawasan yang dilintasinya. Oleh karena itu, dishub tidak menunggu jalan selesai untuk mulai merancang pengaturan lalu lintas.
Skema tersebut disusun dengan memperhitungkan lebar jalan, kapasitas kendaraan, hingga kebutuhan marka. Perhitungan awal dilakukan di atas kertas, kemudian akan dicocokkan dengan kondisi nyata di lapangan setelah pembangunan JLS selesai.
“Ini kita hitung di atas kertas dulu. Setelah itu kita cek di lapangan ketika jalan selesai. Ini agar tidak lama,” jelasnya.
Untuk mempermudah simulasi, Dishub Badung juga menyiapkan visualisasi berupa animasi. Melalui simulasi tersebut, pola pergerakan kendaraan dapat diproyeksikan sekaligus melihat kemungkinan titik-titik yang membutuhkan pengaturan lalu lintas.
Rahmadi menegaskan, tahap yang sedang dikerjakan saat ini masih berfokus pada rekayasa lalu lintas. Sementara, rencana penggunaan moda kendaraan listrik di kawasan JLS merupakan agenda lanjutan.
“Mobil listrik belum, baru rekayasa lalu lintas. Memang direncanakan membuat moda kendaraan listrik, namun itu menyusul. Sekarang kita buat rekayasa lalu lintasnya,” tegasnya.
Dengan perencanaan sejak awal, Dishub Badung berharap pengaturan lalu lintas dapat segera diterapkan setelah JLS selesai dan mulai digunakan masyarakat. Evaluasi lapangan nantinya menjadi bagian penting untuk memastikan skema yang telah disusun sesuai dengan kondisi aktual dan kapasitas jalan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya agar keberadaan JLS tidak hanya membuka konektivitas baru, tetapi juga diikuti pengaturan arus kendaraan yang mampu menjaga kelancaran lalu lintas di kawasan sekitarnya. (BC5)


















