Ketua DPRD Badung Hadiri Karya Ngaben dan Nyekah Massal di Desa Adat Bualu

0
1
Bualu
Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti karya ngaben dan nyekah massal yang digelar Desa Adat Bualu. (ist)

balibercerita.com –
Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti menghadiri pelaksanaan karya ngaben dan nyekah massal yang digelar Desa Adat Bualu, Kecamatan Kuta Selatan, Minggu (2/8). Kehadirannya bersama Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menjadi wujud dukungan terhadap pelestarian adat, tradisi, dan budaya Bali yang terus dijaga oleh masyarakat.

Karya adat yang berlangsung di kawasan ex Tragia, Desa Bualu, Kelurahan Benoa, tersebut juga dihadiri Gubernur Bali, Wayan Koster, anggota DPRD Badung, I Nyoman Karyana, I Wayan Sukses, dan I Made Retha, Camat Kuta Selatan, I Kadek Laksana, Lurah Benoa, I Wayan Karang, serta para tokoh masyarakat.

Baca Juga:   Desa Adat Ungasan dan Bualu Tak Buat Ogoh-ogoh Tahun Ini

Di sela-sela kegiatan, Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Adat Bualu yang tetap menjaga dan melestarikan tradisi melalui pelaksanaan karya secara gotong royong. “Pelaksanaan karya ngaben dan nyekah massal ini mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan masyarakat dalam menjaga adat, budaya, dan nilai-nilai spiritual yang menjadi warisan leluhur. Semangat seperti ini harus terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Baca Juga:   Wabup Suiasa Hadiri “Karya Ngenteg Linggih” Pura Taman Suci Darmasaba

Menurutnya, keberlangsungan tradisi adat dan keagamaan tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan spiritual masyarakat Bali, tetapi juga merupakan identitas budaya yang perlu terus dijaga di tengah perkembangan zaman. “Pemerintah Kabupaten Badung bersama DPRD akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan adat dan keagamaan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian budaya Bali,” imbuhnya.

Baca Juga:   Perayaan Imlek di Vihara Dharmayana Kuta, Sarana Persembahyangan Juga Gunakan Canang

Kehadiran Ketua DPRD Badung bersama Bupati Badung dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah untuk terus bersinergi dengan desa adat dalam memperkuat pelestarian nilai-nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan daerah. (adv)