Jadi Role Model Sekolah Aman, SMP PGRI 2 Denpasar Usung Tema “MPLS Bergema” yang Ceria

0
15
SMP PGRI 2 Denpasar
Salah satu sesi MPLS di SMP PGRI 2 Denpasar. (ist)

balibercerita.com –
SMP PGRI 2 Denpasar (Grisda) terpilih menjadi salah satu role model dalam menciptakan budaya sekolah yang aman dan nyaman. Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Sekda Kota Denpasar sekaligus Ketua PGRI Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, saat memberikan materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari kedua di sekolah setempat, Selasa (14/7).

Sebagai Ketua Pokja Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, Eddy Mulya mengapresiasi langkah Grisda yang dinilai sukses mengawal iklim belajar yang kondusif bagi siswa baru melalui pelaksanaan MPLS yang ramah anak. “Budaya sekolah aman dan nyaman tidak bisa ditawar-tawar lagi. Ciptakan sekolah ini menjadi taman bagi anak-anak kita. SMP PGRI 2 Denpasar layak menjadi sekolah percontohan,” ujar Eddy Mulya usai memberikan pemaparan materi kepada para siswa.

Baca Juga:   Performa Atlet Tabanan Meningkat di Porjar Bali 2026, Dukungan Pemkab Terus Mengalir

Ia menambahkan, selama MPLS, para siswa tampak sangat senang dan bahagia. Eddy Mulya juga membekali peserta didik baru dengan tiga kata kunci utama yakni belajar, tersenyum berbahagia, dan tepuk tangan, di samping melakukan edukasi mengenai “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia yang Hebat.”

Baca Juga:   UNR dan Danto Law Group Dorong Literasi Hukum Penerbangan, Konvensi Montreal Disorot

Merespons apresiasi tersebut, Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Ayu Sri Wahyuni, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa tahun ini pihaknya mengusung tema spesifik yaitu “MPLS Bergema”. Tema ini merupakan akronim dari bermakna, ramah gembira, meriah.

Menurut Ayu Sri Wahyuni, pelaksanaan MPLS yang diikuti oleh 338 siswa baru ini didukung penuh oleh seluruh panitia, mulai dari guru, staf, hingga pengurus OSIS. “Kami menekankan pelaksanaan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat agar mereka menjadi anak berkarakter, kreatif, mandiri, dan bisa berkolaborasi sesuai dimensi profil lulusan saat ini,” ungkapnya.

Baca Juga:   ​41 Guru di Denpasar Terima SK Kepala Sekolah

Selain penanaman karakter, pihak sekolah juga memberikan materi terkait budaya belajar, tata cara belajar di Grisda, serta pengenalan fasilitas dan lingkungan sekolah. Ayu mengakui, kehadiran Sekda Kota Denpasar sebagai pemateri dinilai memberikan suntikan motivasi yang besar bagi ekosistem sekolah.

“Terima kasih kepada Bapak Sekda sudah berkenan memberikan materi tentang budaya aman dan nyaman, sehingga memastikan sekolah menjadi tempat yang aman untuk mendukung program sekolah ramah anak,” pungkasnya. (BC18)