Eco-EduCulture Goak-goakan Perkuat Daya Tarik Desa Wisata Panji

0
11
Desa Panji
Program desa binaan berkelanjutan dari Undiksha kini merambah ke pengembangan Eco-EduCulture Goak-goakan. (ist)

balibercerita.com –
Desa Wisata Panji kembali menambah ragam atraksi wisata melalui peluncuran destinasi Eco-EduCulture Goak-goakan yang menggabungkan pelestarian budaya, edukasi, dan pengalaman wisata kreatif. Inovasi tersebut merupakan hasil pendampingan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Skema Desa Binaan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) yang mendapat dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui program EcoEdu.

Pengembangan destinasi dilakukan bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Panji dengan memanfaatkan potensi budaya lokal sebagai daya tarik utama. Permainan tradisional magoak-goakan diangkat menjadi atraksi wisata yang diselenggarakan di hamparan persawahan Dusun Mandul. Konsep tersebut tidak hanya menghadirkan pertunjukan budaya, tetapi juga mengajak wisatawan berinteraksi langsung melalui pendekatan creative tourism.

Peluncuran paket wisata eco-educulture sekaligus pelatihan pengembangannya turut menghadirkan pegiat atraksi mapantigan, Putu Witsen, sebagai narasumber. Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Desa Panji, Jero Made Mangu Ariyawan, Ketua Tim Pengabdian Desa Binaan Undiksha, Dr. Nyoman Dini Andiani, Pokdarwis Desa Panji, kelompok wanita tani, Kelompok Perempuan Eco Village Homestay, serta masyarakat yang antusias menyaksikan penampilan tari goak-goakan.

Baca Juga:   Kehadiran Noah di HUT Kota Mangupura Diyakini Sedot Kehadiran Masyarakat

Ketua Tim Pengabdian Desa Binaan Undiksha, Dr. Nyoman Dini Andiani menjelaskan, setiap inovasi yang dikembangkan di Desa Panji berangkat dari kajian terhadap kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang dimiliki desa. Pengembangan destinasi wisata di Desa Panji dilakukan berdasarkan analisis SWOT sehingga setiap inovasi benar-benar berangkat dari potensi lokal yang dimiliki masyarakat. Fokus pengembangannya tetap pada wisata edukasi, yaitu bagaimana masyarakat terus menjaga tradisi yang diwariskan oleh leluhur.

“Wisatawan tidak hanya menikmati atraksi, tetapi juga belajar memahami nilai, filosofi, dan makna budaya yang hidup di tengah masyarakat. Dari proses tersebut lahirlah paket wisata eco-educulture, yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan, budaya, edukasi, dan pengalaman wisata kreatif dalam satu kesatuan,” jelas Dini Andiani.

Baca Juga:   Horison Kuta Tawarkan Fasilitas Hotel Berkelas dengan Harga Terjangkau 

Ia menambahkan, penyajian tari goak-goakan di tengah lanskap persawahan tidak sekadar menjadi atraksi baru bagi wisatawan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda. Keterlibatan anak-anak, remaja, hingga pemuda desa dalam pertunjukan tersebut diharapkan mampu memperkuat rasa bangga terhadap budaya lokal sekaligus menghadirkan aktivitas positif yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan gawai.

Apresiasi atas pendampingan yang dilakukan Undiksha disampaikan oleh perwakilan Ketua Pokdarwis Desa Panji sekaligus Ketua Kelompok Perempuan Eco Village Homestay Panji, Luh Suwerti. Menurutnya, kehadiran destinasi Eco-EduCulture Goak-goakan menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus memperkaya pilihan paket wisata yang ditawarkan Desa Wisata Panji.

Baca Juga:   Beachwalk Kuta Fest 2026, Momentum Bangkitkan Daya Tarik Wisata Kuta Sebagai Ikon Pariwisata Bali

Manfaat serupa juga dirasakan kelompok wanita tani. Mereka menilai meningkatnya potensi kunjungan wisatawan dapat membuka peluang lebih besar bagi pemasaran produk olahan pangan lokal dan berbagai produk UMKM sehingga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat desa.

Sementara itu, Kepala Desa Panji, Jero Made Mangku Ariawan, M.B.A. menyampaikan apresiasi atas komitmen Undiksha yang terus mendampingi masyarakat dalam mengembangkan potensi desa. Pendampingan yang berkelanjutan telah melahirkan destinasi wisata baru yang menjadi kebanggaan desa.

“Bahkan pada hari peluncuran ini telah hadir wisatawan mancanegara asal Kanada yang ikut menyaksikan atraksi budaya yang kami tampilkan. Hal ini menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk terus menjaga tradisi sekaligus mengembangkan pariwisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi desa,” ungkapnya. (BC13)