Usung Konsep Ramah Anak dan Budaya Hospitality, 800 Siswa Baru SMK PGRI 3 Denpasar Ikuti MPLS Tahun Pelajaran 2026/2027

0
5
MPLS
Pembukaan MPLS di SMK PGRI 3 Denpasar. (ist)

balibercerita.com –
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 di lingkungan persekolahan PGRI Kota Denpasar resmi dimulai secara serempak pada Senin (13/7). Salah satu sekolah kejuruan unggulan, SMK PGRI 3 Denpasar, menyambut sebanyak 800 siswa baru dengan mengusung konsep ramah anak dan pengenalan budaya hospitality yang menjadi ciri khas industri pariwisata.

Ketua Panitia MPLS SMK PGRI 3 Denpasar, I Made Sugiartana, S.S.T. Par., dalam laporannya memaparkan bahwa minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah ini sangat tinggi. Tercatat, pada seleksi penerimaan murid baru (SPMB) tahun ini, jumlah pendaftar awal mencapai 2.042 orang.

“Dari jumlah tersebut, kami hanya bisa menerima 800 calon murid baru untuk menyesuaikan dengan daya tampung sekolah. Dari 800 siswa baru ini, kami bagi menjadi dua program keahlian, yaitu 416 orang di program keahlian Kuliner dan 384 orang di program keahlian Perhotelan,” ujar Sugiartana.

Baca Juga:   AA Istri Rai Setyawati, Seniman Tangguh yang Menjaga Nyala Tari dari Generasi ke Generasi

Sugiartana menambahkan, MPLS wajib ini berlangsung selama lima hari hingga Jumat, 17 Juli 2026. Selanjutnya, para siswa baru akan menjalani upacara sisya upanayana pada 29 Juli 2026 mendatang yang bertepatan dengan hari suci Purnama.

Kepala SMK PGRI 3 Denpasar, Ns. Ni Putu Ayu Agustin Karisma Dewi, S.Kep., S.Pd., menjelaskan bahwa MPLS kali ini dikemas dengan cara yang unik dan menyenangkan guna mengenalkan budaya sekolah sejak dini. Salah satu prosesi unik yang dilakukan adalah acara bersulang bersama sebagai simbol penerimaan hangat pihak sekolah kepada para siswa baru.

“Kami ingin anak-anak mengikuti kegiatan MPLS untuk mengenalkan budaya yang ada di sekolah, kemudian juga membekali mereka dengan pengalaman informasi terkait dengan apa yang akan mereka jalani dalam proses pembelajaran,” ungkapnya.

Baca Juga:   Wamendiktisaintek: Hasil Riset Kampus Jangan Sebatas Jadi Prototipe

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penerapan 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun) serta nilai-nilai Tri Hita Karana sebagai fondasi karakter siswa, baik dalam belajar, bekerja, maupun melayani di industri pariwisata. “Harapan ke depannya adalah anak-anak bisa mengikuti kegiatan MPLS dengan baik, mengetahui budaya sekolah, dan nantinya setelah menyelesaikan pembelajaran, mereka bisa mencapai cita-cita atau harapan yang mereka inginkan ketika memilih SMK PGRI 3 Denpasar,” harapnya.

Pembukaan MPLS serempak ini juga dihadiri dan dibuka oleh Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar sekaligus Ketua Badan Pengawas Harian SMK PGRI 3 Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. Dalam sambutannya, Madiadnyana menegaskan komitmen institusi PGRI dalam menghadirkan pendidikan bermutu yang adaptif terhadap kemajuan teknologi dan transformasi digital, tanpa menanggalkan jati diri bangsa.

“Sekolah bukan hanya tempat memperoleh nilai yang tinggi. Sekolah adalah tempat belajar menjadi manusia yang berkarakter, memiliki integritas, menghargai perbedaan, mampu bekerja sama, memiliki kepedulian, serta berani bermimpi dan berusaha mewujudkannya. Kami ingin setiap lulusan menjadi pribadi yang cerdas pikirannya, luhur budinya, terampil berkaryanya, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun global,” tegas Madiadnyana.

Baca Juga:   Disdikpora Badung Ajak Generasi Muda Melek Bisnis Lewat Pelatihan Wirausaha Pemula 2026

Ia juga memberikan instruksi tegas kepada seluruh panitia dan tenaga pendidik agar memastikan pelaksanaan MPLS berjalan humanis dan aman. “Laksanakanlah MPLS sebagai kegiatan yang mendidik, menggembirakan, ramah anak, bebas dari perundungan, bebas dari kekerasan, serta mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat belajar peserta didik. Jadilah teladan, pendamping, sekaligus inspirasi bagi anak-anak kita,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Madiadnyana menyampaikan apresiasi kepada para orang tua siswa atas kepercayaan yang diberikan dan mengajak seluruh elemen sekolah, keluarga, serta masyarakat untuk bersinergi demi menyukseskan dunia pendidikan. (BC18)