Di Tengah Gemerlap Pariwisata, Regenerasi Seniman Kuta Tetap Terjaga

0
7
Seniman Kuta
Komang Nayla Cantika Putri saat tampil di PKB. (ist)

balibercerita.com –
Kuta selama ini dikenal sebagai ikon pariwisata Bali yang dipadati wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Namun di balik gemerlap industri pariwisata tersebut, semangat pelestarian seni dan budaya masih terus hidup melalui regenerasi seniman muda yang tumbuh di lingkungan banjar dan desa adat.

Salah satu potret nyata regenerasi tersebut terlihat dari penampilan Ni Komang Nayla Cantika Putri, seniman muda asal Banjar Temacun, Desa Adat Kuta, yang sukses mencuri perhatian saat tampil pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 sebagai bagian dari duta Kabupaten Badung.

Melalui tari kreasi Masepuh, Nayla menunjukkan bahwa generasi muda Kuta tidak kehilangan akar budayanya. Dengan penghayatan yang kuat, teknik tari yang matang, dan ekspresi yang memikat, ia berhasil memukau penonton yang memadati panggung Art Centre, Denpasar.

Baca Juga:   Hadiri Penutupan Badung Caka Fest 2026, Ketua DPRD Badung Apresiasi Kreativitas Para Yowana

Penampilan tersebut bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan menjadi simbol bahwa di tengah pesatnya perkembangan kawasan wisata, lahir generasi muda yang tetap memilih menekuni seni tradisi sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan daerahnya. Tari Masepuh menjadi salah satu sajian duta Kabupaten Badung yang tampil bersama fragmentasi Jro Luh persembahan Komunitas Seni Baturenggong, Banjar Delod Bale Agung, Desa Mengwi. Penampilan para seniman muda dalam pementasan tersebut mendapat apresiasi karena mampu menghadirkan karya yang kreatif tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya Bali.

Baca Juga:   Malaspas di Pura Dadia Batu Jelantik Gulingan, Adi Arnawa Serahkan Bantuan Rp368 juta 

Komang Nayla mengaku bersyukur mendapat kesempatan untuk tampil dan ikut mewakili Kabupaten Badung dalam ajang seni budaya terbesar di Pulau Dewata tersebut. “Tentunya pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada Sanggar Seni Baturenggong atas kesempatannya memberikan ruang bagi saya untuk ikut mewakili Kabupaten Badung di Pesta Kesenian Bali,” ujarnya.

Keberhasilan Nayla menjadi bukti bahwa regenerasi seniman di Kuta masih berjalan kuat. Pembinaan yang dilakukan oleh keluarga, sanggar seni, banjar, dan desa adat terus melahirkan generasi penerus yang tidak hanya memahami seni tradisi, tetapi juga mampu tampil dan bersaing di panggung bergengsi.

Baca Juga:   Duta Badung Getarkan Wimbakara Taman Penasar PKB XLVIII 2026 

Di tengah tantangan modernisasi dan kuatnya pengaruh budaya global, keberadaan seniman muda seperti Nayla menjadi harapan bagi keberlanjutan seni budaya Bali. Mereka membuktikan bahwa kemajuan pariwisata tidak harus mengikis identitas budaya, melainkan dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian tradisi.

Kehadiran Ni Komang Nayla Cantika Putri di panggung PKB 2026 sekaligus menegaskan bahwa Kuta bukan hanya pusat pariwisata dunia, tetapi juga rumah bagi lahirnya generasi muda yang terus menjaga denyut seni dan budaya Bali agar tetap hidup dari masa ke masa. (BC5)