Gelombang Laut Selatan Bali Capai 2,5 Meter, Nelayan dan Wisatawan Diminta Waspada

0
1
Gelombang
Gelombang tinggi di perairan Bali beberapa waktu lalu. (ist)

balibercerita.com –
Aktivitas pelayaran, nelayan, hingga wisata bahari di perairan selatan Bali diminta meningkatkan kewaspadaan. Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar memprediksi gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan Bali pada 22-25 Juni 2026.

Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho mengatakan, kondisi gelombang tersebut dipengaruhi pola angin yang bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan mencapai 25 knot. Kondisi ini berpotensi memengaruhi keselamatan aktivitas pelayaran dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir.

Baca Juga:   Evakuasi Dramatis di Laut Bali, ABK Asal Filipina Diselamatkan Tim SAR Gabungan

“Nelayan, operator transportasi laut, dan masyarakat yang melakukan aktivitas di laut agar memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi gelombang sebelum berlayar,” ujarnya, Senin (22/6).

Berdasarkan analisis BBMKG, gelombang setinggi 1,25 sampai 2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Lombok bagian selatan, Selat Badung, Selat Bali bagian selatan, serta perairan selatan Pulau Bali. Kawasan tersebut merupakan jalur pelayaran penting sekaligus destinasi wisata bahari yang ramai dikunjungi wisatawan.

Baca Juga:   Operasional Bandara Ngurah Rai Dipastikan Normal

BBMKG mengingatkan bahwa kondisi tersebut dapat membahayakan perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. Sementara kapal tongkang berisiko mengalami gangguan pelayaran saat kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter.

Selain gelombang laut, Bali juga berpotensi mengalami cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Pada periode 22-23 Juni 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi di Kabupaten Badung, Bangli, Buleleng, Gianyar, Jembrana, Karangasem, dan Tabanan.

Baca Juga:   Penguatan GNPIP BI Wilayah Bali Nusra

Sementara, pada periode 23-24 Juni 2026, BBMKG mengeluarkan peringatan dini angin kencang yang berpotensi terjadi di Kabupaten Badung dan Klungkung. Menurut Cahyo, kombinasi hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi perlu menjadi perhatian seluruh pihak karena dapat memengaruhi aktivitas transportasi laut, penyeberangan antarpulau, hingga kegiatan wisata di kawasan pantai.

Masyarakat dan pelaku usaha pariwisata diimbau terus memantau informasi cuaca terbaru serta mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut maupun wilayah pesisir. (BC5)