balibercerita.com –
Peta kunjungan wisatawan di kawasan Desa Kutuh, Kuta Selatan, mulai mengalami pergeseran. Jika selama ini wisatawan domestik menjadi pasar utama, kini wisatawan mancanegara semakin mendominasi kunjungan ke sejumlah destinasi unggulan seperti Pantai Timbis dan Tanah Barak.
Direktur BUMDA Kutuh, Ni Luh Hepi Wiradani Duartha mengungkapkan bahwa peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara menjadi penopang utama sektor pariwisata di tengah melemahnya pasar domestik. Saat libur Tahun Baru Hijriah dan Galungan memang ada peningkatan kunjungan. Namun secara umum, kunjungan wisatawan domestik cenderung menurun, sedangkan wisatawan mancanegara justru mengalami peningkatan.
Menurut Hepi, wisatawan mancanegara yang datang didominasi dari Malaysia, Tiongkok, dan India. Mereka umumnya lebih tertarik mengunjungi Pantai Timbis dan Tanah Barak yang menawarkan panorama alam berbeda dibandingkan destinasi pantai pada umumnya.
“Wisatawan internasional lebih banyak ke Timbis dan Tanah Barak. Mereka mencari pengalaman yang berbeda dan menikmati pemandangan alam yang unik,” katanya.
Di sisi lain, kunjungan wisatawan domestik mengalami penurunan cukup signifikan sejak April 2026. Padahal periode tersebut biasanya menjadi momentum peningkatan kunjungan karena bertepatan dengan libur Lebaran dan libur sekolah.
“Biasanya bulan April menjadi periode dengan lonjakan kunjungan wisatawan domestik yang cukup tinggi, terutama saat Lebaran dan libur sekolah. Tetapi April kemarin, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, penurunannya cukup jauh,” jelasnya.
Data kunjungan menunjukkan jumlah wisatawan domestik yang sebelumnya mencapai sekitar 5.000 hingga 6.000 orang per hari kini hanya berkisar 2.500 hingga 3.000 orang per hari. “Kalau sebelumnya bisa mencapai 5.000 sampai 6.000 pengunjung domestik per hari, sekarang rata-rata sekitar 2.500 hingga 3.000 orang. Penurunannya hampir 50 persen,” ungkap Hepi.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak terlalu berdampak terhadap total kunjungan wisata karena berhasil diimbangi oleh lonjakan wisatawan mancanegara yang meningkat hingga 50-60 persen. “Peningkatan wisatawan internasional mencapai sekitar 50 sampai 60 persen. Kenaikan ini menutup penurunan wisatawan domestik sehingga total kunjungan tidak terlalu jomplang dan masih berada pada level yang relatif standar,” terangnya.
Hepi menambahkan, komposisi wisatawan di kawasan Desa Kutuh kini juga mulai berubah. Jika sebelumnya wisatawan mancanegara hanya berkontribusi sekitar 15 persen dari total kunjungan, kini porsinya terus meningkat dan membuat sebaran wisatawan menjadi lebih merata di berbagai destinasi.
“Dulu wisatawan internasional hanya sekitar 15 persen dibandingkan kunjungan domestik. Sekarang jumlahnya terus meningkat. Dengan meningkatnya kunjungan internasional, penurunan domestik bisa tertutupi dan kunjungan wisatawan juga menjadi lebih tersebar di berbagai destinasi,” pungkasnya. (BC5)















