Pasang Laut Maksimum Ancam Aktivitas Pesisir Bali, BMKG Minta Warga Waspada

0
6
Pasang laut
Kawasan pesisir Gianyar. BMKG meminta masyarakat waspada terhadap ancaman banjir pesisir atau rob. (BC5)

balibercerita.com –
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini terkait potensi pasang maksimum air laut yang berpotensi memicu banjir pesisir atau rob di sejumlah wilayah Bali pada periode 15–22 Mei 2026. Fenomena ini dipicu oleh super new moon atau fase bulan baru yang berada pada titik terdekat dengan bumi (perigee) yang terjadi pada 17 Mei 2026.

Baca Juga:   Gepeng Beroperasi Dini Hari di Kuta Utara, Cari Iba Wisatawan yang Pulang Dugem

Enam kawasan pesisir yang masuk dalam wilayah potensi terdampak meliputi pesisir selatan Jembrana, pesisir selatan Kabupaten Tabanan, pesisir Kabupaten Badung, pesisir Kota Denpasar, pesisir Kabupaten Gianyar, hingga pesisir selatan Kabupaten Klungkung.

BBMKG Wilayah III Denpasar menjelaskan, fenomena astronomi tersebut dapat meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum sehingga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan pesisir. Waktu terjadinya pasang dan potensi rob disebut berbeda-beda di tiap wilayah.

Baca Juga:   Banjir Kuta Belum Surut Tiga Hari, PUPR Badung dan BWS Bali-Penida Kebut Penyedotan di Jalan Wana Segara

Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pantai dan pelabuhan. “Potensi banjir pesisir (rob) ini berbeda waktu (hari dan jam) di tiap wilayah, yang secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir,” demikian pernyataan dalam peringatan dini BBMKG Wilayah III Denpasar.

Baca Juga:   Puluhan Gepeng Terjaring di Dua Kawasan Pariwisata Badung

BMKG menyebut, dampak yang mungkin terjadi antara lain terganggunya aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas masyarakat di permukiman pesisir, hingga kegiatan tambak garam dan perikanan darat.

Selain mengimbau masyarakat tetap siaga, BMKG juga meminta warga rutin memantau perkembangan informasi cuaca maritim dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG, baik melalui website maupun aplikasi Info BMKG. (BC5)