balibercerita.com –
Band indie-pop asal Indonesia, The Lantis resmi membuka babak baru perjalanan musik mereka. Tepat pada 29 April 2026, The Lantis mengumumkan formasi terbaru dengan menambah dua personel baru yakni Yudevio Mayabi atau Vio sebagai drummer dan Feisal Syarief atau Feisal sebagai keyboardist.
Sebelumnya, The Lantis dikenal dengan format trio yang diisi oleh Giri pada bass dan vokal, Ravi pada gitar dan vokal, serta Ojan pada gitar. Namun setelah lima tahun perjalanan musik mereka, band ini merasa membutuhkan energi baru untuk memperkuat identitas musikal yang terus berkembang. “Seiring berjalannya kita bertiga, kita mulai ngerasa kalau ada yang kurang. Kayak kurang band aja gitu,” ungkap Ravi.
Keputusan menghadirkan Vio dan Feisal bukanlah hal mendadak. Keduanya telah lama menjadi session player dalam berbagai penampilan live The Lantis dan perlahan tumbuh menjadi bagian penting dalam proses kreatif band.
Ojan mengungkapkan bahwa kehadiran mereka bukan hanya melengkapi kebutuhan panggung, tetapi juga memperkaya proses penciptaan musik. “Ada satu titik di mana kita ngerasa ada yang kurang lengkap, bukan secara live karena mereka udah sering bareng kita di gigs, tapi lebih ke proses kreatifnya, aransemen ataupun konsep secara general. Dan pas kita mulai nulis bareng berlima, kita sadar sparks-nya balik lagi,” jelas Ojan.
Tak hanya chemistry musik, hubungan personal yang sudah terjalin lama juga menjadi alasan utama keduanya kini resmi menjadi personel inti. “Dari banyaknya waktu yang kita jalani selama ini dengan mereka berdua, kita sadar bahwa kita berlima klop sebagai kolektif, secara musik dan personality,” kata Giri.
Ia juga mengungkap kedekatan personal mereka sudah terbangun jauh sebelum resmi satu band. Feisal diketahui merupakan teman sekaligus tetangga Giri, sedangkan Ravi dan Feisal telah berteman sejak kecil, serta Vio adalah teman Ojan sejak SMA.
Bagi Vio, perjalanan dari session drummer hingga menjadi personel tetap terasa seperti pencapaian besar dalam hidupnya. “Rasanya kayak dari staff menjadi jajaran direksi, pastinya happy, puas karena performa kami waktu jadi session mereka akhirnya diterima dengan baik,” ujar Vio sambil tertawa.
Sementara itu, Feisal mengaku sempat melalui banyak pertimbangan sebelum menerima tawaran bergabung secara resmi dengan The Lantis. Sebab sebelumnya ia masih aktif bekerja sebagai karyawan sambil membantu band tersebut sebagai session player. “Dan seiring berjalannya waktu ada semacam sparks atau feeling yang gue rasakan agak berbeda dibandingkan menjadi session player pada umumnya. Setelah berbagai pertimbangan, support orang-orang terdekat dan restu orang tua, gue mantap menerima tawaran menjadi personel The Lantis,” ungkap Feisal.
Masuk usia lima tahun, The Lantis memang terus menunjukkan evolusi musikal yang konsisten. Album debut mereka, Pilot hadir dengan nuansa retro yang kuat. Kemudian berlanjut ke album Pancarona yang menjadi fase eksplorasi musikal mereka, hingga EP “Cara Mencintai” yang memperlihatkan sisi musik yang lebih matang dan emosional.
Kini, dengan format lima personel, The Lantis menegaskan bahwa mereka siap memasuki fase baru yang lebih serius dan ambisius. “Lima tahun pertama The Lantis adalah fase pencarian, pembentukan, dan pengenalan. Sekarang waktunya kita buat beneran mulai. Semoga dari sini makin banyak mimpi-mimpi yang bisa kita capai, makin banyak telinga-telinga yang bisa kita rayu, dan makin banyak hati yang bisa kita sentuh,” kata Ravi. (BC5)


















