Manfaatkan Sentuhan AI, Rahtwo Rock Bali Rilis Single Solo Perdana “Linglung”

0
75
Rahtwo
Suasana peluncuran single "Linglung". (ist)

balibercerita.com –
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) bukan hanya dapat dimanfaatkan dalam dunia pendidikan, namun juga dalam bidang lain seperti bermusik. Seperti yang dilakukan salah satu musisi Bali yang namanya sudah melambung lewat Band Triple X. Rahtwo Rock Bali memanfaatkan sentuhan AI dalam proses penggarapan single solo perdana “Linglung” yang telah dirilis pada Sabtu (28/3), di Uma Kita Resto, Denpasar.

Rahtwo mengatakan, dalam proses penggarapan lagu “Linglung” ia memanfaatkan perkembangan teknologi digital, khususnya platform TikTok dan kecerdasan buatan (AI). Ia mengakui TikTok menjadi ruang eksplorasi sekaligus sumber inspirasi dalam mengaransemen ulang lagu, termasuk karya-karya Triple X yang diubah ke dalam berbagai versi seperti koplo dan rock alternatif.

Baca Juga:   Pengelola Mal di Bali Perkuat Upaya Pengurangan Sampah Plastik

“Di TikTok itu kita dituntut untuk terus update. Dari sana saya belajar mengaransemen lagu jadi versi berbeda, ada yang koplo, ada yang tetap rock, bahkan bisa dicampur,” jelasnya.

Dalam proses pembuatan demo musik, ia memanfaatkan teknologi AI. Ia menyebut, dengan arahan atau perintah tertentu, AI mampu menghasilkan aransemen lagu secara lengkap, mulai dari intro hingga ending. “Hasilnya bahkan jauh dari ekspektasi. Demo gitar sederhana bisa langsung jadi aransemen lengkap dengan bridge dan melodi,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa hasil dari AI tidak digunakan mentah-mentah. Proses penyempurnaan tetap dilakukan bersama rekan musisi untuk menjaga karakter dan kualitas musik.

Baca Juga:   Pameran di Tat Art Space, Fivust Usung Tema "Reflection"

Secara tematik, lagu “Linglung” ciptaan Kan Kwik mengangkat konsep cinta komedi yang menyentil fenomena percintaan masa kini. Liriknya menggambarkan realita bahwa hubungan tidak lagi hanya berlandaskan ketulusan, tetapi juga seringkali dipengaruhi oleh faktor materi. Dengan pendekatan jenaka dan penuh sindiran ringan, lagu ini merepresentasikan situasi percintaan modern yang kerap membuat seseorang merasa bingung, lucu, dan linglung.

Dari sisi musikalitas, Rahtwo menghadirkan aransemen dinamis dengan dominasi gitar rock yang kuat, groove ska yang ceria, serta ritme kendang koplo yang menghentak. Keunikan lainnya terletak pada eksplorasi vokal, di mana Rahtwo menampilkan tiga karakter suara berbeda dalam satu lagu. Mulai dari vokal rock yang serak dan bertenaga, vokal ringan bernuansa ska, hingga gaya vokal ekspresif yang memperkuat unsur komedi dalam lagu. Eksplorasi ini menjadi ciri khas tersendiri sekaligus menunjukkan kreativitas Rahtwo dalam bereksperimen.

Baca Juga:   Aqua Bangun Diplomasi Olahraga Lewat Bulu Tangkis, Dorong Generasi Muda dan Brand Indonesia ke Kancah Regional

Lagu ini menjadi langkah awal Rahtwo dalam proyek solo, di luar kiprahnya sebagai personel band Triple X Bali. Meski kini merintis karier solo, Rahtwo menegaskan tidak akan meninggalkan Triple X. Baginya, Triple X tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya di dunia musik. (BC18)