Lebaran 2026, Bandara Ngurah Rai Proyeksikan Layani 1,1 Juta Penumpang dan 401 Extra Flight

0
101
Lebaran Bandara Ngurah Rai
Penumpang di Bandara Ngurah Rai. (ist)

balibercerita.com –
Pergerakan penumpang melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai selama periode Angkutan Lebaran 2026 diproyeksikan mencapai 1,1 juta pergerakan penumpang dengan 6.742 pergerakan pesawat udara. Lonjakan pergerakan diperkirakan terjadi menjelang dan setelah hari raya Idul Fitri.

Puncak pelayanan penumpang sebelum Lebaran diproyeksikan terjadi pada Rabu (18/3) atau H-3 Lebaran dengan sekitar 71 ribu pergerakan penumpang. Sementara, puncak arus penumpang setelah Lebaran diprediksi berlangsung pada Sabtu (28/3) atau H+6 Lebaran dengan jumlah sekitar 73 ribu penumpang.

Dari sisi kapasitas penerbangan, hingga saat ini tercatat 401 pengajuan extra flight dari maskapai penerbangan. Jumlah tersebut terdiri dari 390 extra flight untuk rute domestik dan 11 extra flight untuk rute internasional. Dengan penambahan tersebut, tersedia tambahan 72.076 kursi untuk penerbangan domestik dan 2.552 kursi untuk penerbangan internasional.

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati mengatakan, pihaknya telah membuka Posko Terpadu Monitoring Angkutan Lebaran 2026/1447 H pada Jumat (13/3) pagi. Posko tersebut berlokasi di area publik terminal kedatangan domestik dan akan beroperasi selama 18 hari hingga 30 Maret 2026. “Posko ini difungsikan untuk memastikan standar layanan serta kesiapan fasilitas penunjang operasional bandara, sekaligus memantau kelancaran angkutan penerbangan dan lalu lintas penumpang selama periode Angkutan Lebaran,” ucapnya.

Posko Terpadu Monitoring Angkutan Lebaran akan menjadi pusat koordinasi lintas pemangku kepentingan dalam pengawasan operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai selama 18 hari ke depan. Manajemen Bandara Ngurah Rai memproyeksikan akan melayani hingga 1,1 juta pergerakan penumpang dengan 6.742 pergerakan pesawat udara selama periode Angkutan Lebaran 2026.

Baca Juga:   Puluhan Kendaraan Tujuh Tahun Parkir di Bandara Ngurah Rai, Biayanya Tembus Ratusan Juta

Adapun puncak pelayanan penumpang sebelum Lebaran diproyeksikan terjadi pada 18 Maret dengan sekitar 71 ribu penumpang, sedangkan puncak arus penumpang setelah Lebaran diperkirakan terjadi pada 28 Maret dengan sekitar 73 ribu penumpang.

Untuk jumlah penerbangan tambahan, hingga saat ini tercatat 401 pengajuan extra flight, terdiri dari 390 penerbangan domestik dan 11 penerbangan internasional, dengan tambahan kapasitas 72.076 kursi domestik dan 2.552 kursi internasional. “Pada pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran 2026 ini terdapat beberapa hal yang menjadi atensi kami, di antaranya terkait potensi lonjakan trafik dan pergerakan penumpang, kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, serta potensi kepadatan lalu lintas di sekitar bandara. Berbagai langkah mitigasi serta alur komunikasi antarinstansi telah kami jalankan guna mengantisipasi dampak terhadap jadwal penerbangan,” jelas Nugroho.

Ia juga mengimbau kepada calon penumpang pesawat udara yang akan berangkat melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk memperhitungkan waktu perjalanan agar dapat tiba di bandara lebih awal guna menghindari kepadatan di area sekitar bandara.

Sebagai langkah mitigasi kepadatan lalu lintas di jalan akses bandara, Bandara Ngurah Rai turut menyiagakan Posko Lalu Lintas Lebaran 2026 yang berlokasi di Pos Simpang AirNav. Posko ini diawaki oleh personel dari polres bandara, TNI AU, dinas perhubungan, pecalang, serta petugas dari InJourney Airports yang bertugas mengurai kepadatan kendaraan di jalan akses bandara selama periode sibuk ini. Posko lalu lintas tersebut juga dilengkapi mobil derek sebagai langkah mitigasi jika terdapat kendaraan yang mengalami gangguan di jalan menuju bandara yang berpotensi menimbulkan kemacetan.

Baca Juga:   Ditjen Imigrasi Perketat Aturan Visa C18 untuk Calon TKA

Pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran 2026 melibatkan personel dari internal InJourney Airports serta berbagai pemangku kepentingan di lingkungan bandara, antara lain Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, polres bandara, TNI AU, AirNav, Basarnas, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan, maskapai penerbangan, serta petugas ground handling.

Secara keseluruhan terdapat 2.598 personel gabungan yang akan siaga selama masa pelayanan Posko Angkutan Lebaran 2026. Pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran tahun ini juga bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Pada saat Hari Raya Nyepi, operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai akan dihentikan sementara mulai Kamis (19/3) pukul 06.00 Wita hingga Jumat (20/3) pukul 06.00 Wita.

Meski demikian, pihak bandara tetap menyiagakan personel untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penerbangan darurat seperti medical evacuation maupun kondisi darurat lainnya. “Kami turut mengimbau kepada seluruh pengguna jasa untuk memastikan kembali jadwal keberangkatan maupun kedatangannya di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada periode menjelang Hari Raya Nyepi,” pungkas Nugroho Jati.

Sementara itu, Ketua Posko Angkutan Lebaran 2026 Bandara Ngurah Rai, Goentoro menyampaikan bahwa Posko Lebaran sesuai rencana dimulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026, dengan penyesuaian terhadap kebijakan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Ia menjelaskan, terdapat dua lokasi posko, yakni posko utama di terminal kedatangan domestik serta posko lalu lintas yang berada di sebelah barat gedung Wistisabha, tepatnya di persimpangan sebelum pintu masuk bandara.

Baca Juga:   Jelang Tahun Baru, Penumpang Bandara Ngurah Rai Meningkat

Goentoro menyampaikan optimisme adanya pertumbuhan trafik sekitar 1 persen dibandingkan tahun lalu, dengan proyeksi 1,1 juta penumpang dan sekitar 6.700 pergerakan pesawat. Optimisme tersebut muncul meskipun di tengah periode posko terdapat beberapa momentum penting seperti kebijakan work from anywhere (WFA), libur sekolah 16–27 Maret, serta perayaan Nyepi.

Ia juga mengungkapkan adanya permintaan penerbangan tambahan dari sejumlah maskapai seperti Pelita Air, Lion Air, Citilink, dan Indonesia AirAsia dengan rute tambahan menuju Cengkareng, Surabaya, Labuan Bajo, dan Balikpapan. Secara keseluruhan terdapat sekitar 265 penerbangan tambahan yang menyediakan hampir 50 ribu kursi tambahan. Rute Cengkareng–Denpasar menjadi salah satu rute tersibuk kedua setelah Cengkareng–Surabaya, sementara untuk rute internasional, penerbangan menuju Australia dan Singapura tercatat memiliki permintaan yang cukup tinggi.

Goentoro juga menjelaskan bahwa tren penerbangan domestik saat ini mengalami penurunan sekitar 7 persen sejak tahun lalu hingga Februari, sementara sektor internasional justru menunjukkan pertumbuhan sekitar 3 persen.

Dalam mendukung kelancaran operasional bandara selama periode Angkutan Lebaran, sekitar 2.900 personel disiagakan untuk membantu pelaksanaan posko, memastikan kesiapan prosedur, fasilitas, serta koordinasi lintas pemangku kepentingan guna mengantisipasi berbagai kemungkinan seperti force majeure, keterlambatan penerbangan, maupun gangguan operasional lainnya.

Selain itu, pihak bandara juga menyiapkan berbagai program customer experience, seperti parade tematik Lebaran dan Nyepi, kegiatan tematik di area terminal, serta pembagian hampers kepada pengguna jasa bandara. (BC5)