balibercerita.com –
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mencatat, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat terjadi hampir merata di wilayah Bali. Berdasarkan data empat stasiun pengamatan BMKG di Bali, curah hujan tertinggi bulan ini tercatat di Pos Hujan Kahang-Kahang, Kabupaten Karangasem, yang mencapai 120 milimeter per hari pada 11 Januari 2026.
Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar, Luh Eka Ari Santi menjelaskan, meningkatnya intensitas hujan di Bali dipengaruhi oleh faktor musim. Januari hingga Februari merupakan puncak musim hujan yang didukung oleh berbagai faktor global, regional, dan lokal. Curah hujan tinggi dipicu oleh kelembapan udara yang cukup tinggi, kondisi atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan, serta adanya konvergensi angin.
“Dalam sepekan terakhir, cuaca di Bali secara dominan didominasi hujan di sebagian besar wilayah dengan sebaran yang cukup merata,” jelasnya.
Selain hujan lebat, masyarakat juga diminta mewaspadai kondisi angin barat yang bertiup cukup kencang. Kondisi ini berpotensi meningkatkan tinggi gelombang di perairan utara dan selatan Bali hingga mencapai sekitar dua meter.
BMKG pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat puncak musim hujan masih berlangsung. Potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat, petir, serta angin kencang berdurasi singkat masih perlu diantisipasi karena dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau dan memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG,” pungkasnya. (BC5)

















