balibercerita.com –
Arus lalu lintas di Bandara I Gusti Ngurah Rai akan mengalami penyesuaian selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Salah satunya adalah penggunaan satu U-turn untuk mengantisipasi kepadatan serta pengaturan akses masuk dan keluar kendaraan di titik-titik strategis.
General Manager Bandara Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan strategi operasional untuk menghadapi lonjakan kendaraan. “Dari lima U-turn, satu kita fungsikan di depan loading dock untuk mengantisipasi kepadatan. Kami juga menyiapkan motor patroli dan mobil derek,” ujarnya belum lama ini.
Selain itu, alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) dan rekayasa lalu lintas akan diterapkan bila diperlukan, sementara semua pergerakan kendaraan dipantau dari pos lalu lintas (pos lalin).
Deputi GM Airport Operasional and Security Services, Ibnu Solikin, yang juga Ketua Posko Layanan Terpadu Monitoring Angkutan Nataru 2025/2026 menambahkan, pihaknya telah menyusun skenario arus kendaraan dari dan menuju bandara. “Kami sudah koordinasi dengan Polda Bali dan Dishub untuk menyamakan persepsi. Tactical ini kami terapkan untuk memastikan kelancaran selama peak season,” ujarnya.
Menurut Ibnu, kendaraan yang keluar melalui tol gate di sisi utara akan dialihkan ke Jalan Dewi Sartika menuju Jalan Kediri dan selanjutnya Jalan Raya Tuban saat arus padat. “Persetujuan sudah kami dapatkan dari Dishub Provinsi, Kabupaten Badung, dan Polda Bali. Jika kondisi sangat padat, pengalihan akan dilakukan ke Dewi Sartika,” jelasnya.
Sementara itu, arus masuk dari pintu utama juga diatur ketat. Dari lima U-turn yang ada di jalan depan VVIP hingga AirNav, hanya satu U-turn di dekat tolgate yang dibuka. Empat U-turn lainnya ditutup total untuk mengurangi potensi kemacetan. Selain itu, kendaraan dari Jalan Raya Tuban menuju bandara diarahkan melewati bundaran Patung Ngurah Rai pada saat terjadi kepadatan, agar alur keluar-masuk lebih teratur.
Untuk mengantisipasi kendaraan mogok, Dishub Badung dan Jasamarga Bali Tol menyiapkan mobil derek standby di jalur bandara dan tol. “Semua pergerakan kendaraan akan dipantau di posko lalin, dan motor patroli siap membantu jika ada kendala di lapangan,” tutup Ibnu. (BC5)

















