balibercerita.com –
Konflik di Timur Tengah yang memasuki pekan keenam tak hanya berdampak di kawasan asalnya, tetapi juga terasa hingga Pulau Dewata. Data hingga 30 Maret mencatat sebanyak 12.278 penumpang mengalami penundaan keberangkatan, menciptakan dinamika baru di sektor keimigrasian Bali.
Di tengah situasi tersebut, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali bergerak cepat memastikan pelayanan tetap berjalan optimal bagi warga negara asing (WNA) yang terdampak. Langkah konkret langsung diambil, mulai dari percepatan layanan dokumen hingga kebijakan keringanan administrasi.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerbitkan 682 izin tinggal keimigrasian (ITK) dari tiga unit pelaksana teknis (UPT). Tak hanya itu, sebanyak 242 WNA juga telah mendapatkan pembebasan biaya overstay sebagai bentuk respons atas kondisi darurat yang terjadi.
Di sisi lain, perubahan pola perjalanan juga mulai terlihat. Jika sebelumnya banyak WNA menggunakan penerbangan langsung ke negara asal, kini sebagian memilih rute alternatif akibat gangguan penerbangan. Meski demikian, arus kepulangan tetap berjalan secara bertahap.
Imigrasi Bali pun tidak bekerja sendiri. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan pemerintah pusat guna memastikan setiap kebijakan berjalan searah dan tetap adaptif terhadap perkembangan situasi global. Sebagai wujud pelayanan prima, posko khusus didirikan di lantai 2 terminal internasional Bandara Ngurah Rai untuk membantu para WNA terdampak. Bahkan, petugas juga disiagakan di hotel yang ditunjuk maskapai sebagai lokasi penampungan sementara, yakni Hotel Mercure Nusa Dua, guna memastikan kebutuhan informasi dan administrasi tetap terpenuhi.
Di bidang layanan dokumen, percepatan menjadi prioritas. Pengajuan ITK yang masuk sebelum pukul 12.00 Wita dipastikan dapat diselesaikan pada hari yang sama. Sementara itu, WNA terdampak juga diberikan kemudahan untuk mengurus langsung ke kantor imigrasi dengan kebijakan pembebasan biaya overstay sebesar Rp0, sepanjang memenuhi persyaratan administrasi yang berlaku.
Felucia menegaskan, pihaknya berharap situasi di Timur Tengah dapat segera membaik. Namun selama konflik masih berlangsung dan kebijakan dari direktorat jenderal belum dicabut, Imigrasi Bali akan terus menjalankan kebijakan tersebut secara konsisten. “Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan optimal. Seluruh proses kami upayakan selesai dalam satu hari,” tegasnya. (BC5)

















