Unud Resmi Jadi PTN-BH, UKT Mahasiswa Dipastikan Tak Naik

0
8
Unud
Rektor Unud bersama jajaran saat bertemu dengan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi. (ist)

balibercerita.com –
Universitas Udayana (Unud) resmi memasuki babak baru. Perguruan tinggi terbesar di Bali ini kini berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) setelah menerima salinan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2026 tentang Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum Universitas Udayana.

Status baru tersebut membuka ruang otonomi yang lebih luas bagi Unud untuk mengembangkan tata kelola, pendidikan, riset hingga kerja sama internasional. Namun, transformasi kelembagaan ini dipastikan tidak dibebankan kepada mahasiswa melalui kenaikan uang kuliah tunggal (UKT).

Salinan PP Nomor 35 Tahun 2026 diserahkan langsung Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., kepada jajaran pimpinan Universitas Udayana yang dipimpin Rektor Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., bersama para Wakil Rektor dan Ketua Senat Universitas. Penyerahan berlangsung di Gedung D Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Jakarta.

Penetapan sebagai PTN-BH menjadi bentuk kepercayaan pemerintah terhadap kesiapan Unud dalam menjalankan tata kelola perguruan tinggi dengan otonomi yang lebih luas, profesional dan bertanggung jawab. Bagi Unud, status tersebut bukan sekadar perubahan administrasi kelembagaan. Otonomi yang diperoleh diharapkan menjadi instrumen untuk mempercepat pengembangan universitas dan memperkuat daya saingnya di tingkat nasional maupun global.

Baca Juga:   Pertama Ikut, Langsung Tembus Nasional: Kisah Siswa SMAN 2 Kuta Selatan Jadi Perwakilan Bali di Duta SMA

Saat ini, Unud memiliki 34.215 mahasiswa aktif yang tersebar pada 136 program studi. Dari jumlah tersebut, 77 program studi atau 57,8 persen telah mengantongi Akreditasi Unggul. Perkembangan kualitas akademik juga terlihat dari jumlah program studi yang memiliki akreditasi internasional. Dari sebelumnya belum memiliki program studi berakreditasi internasional sebelum 2021, jumlahnya meningkat menjadi 31 program studi pada 2025.

Tak hanya itu, Unud semakin memperkuat posisi sebagai kampus dengan jejaring internasional. Saat ini mahasiswa asing dari lebih dari 40 negara di Asia, Eropa, Oseania, Timur Tengah dan Amerika tercatat menempuh pendidikan di Unud. Kekuatan akademik juga ditopang 251 Guru Besar dan 287 Lektor Kepala yang menjadi modal dalam pengembangan pendidikan, penelitian dan inovasi.

Baca Juga:   Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Resmikan Sekolah Lansia Werdha Santhi di Desa Batuan Kaler

Reputasi tersebut turut tercermin dalam sejumlah pemeringkatan internasional. Pada QS Asia University Rankings 2026, Unud berada di peringkat 518 Asia dan 97 Asia Tenggara. Sementara, berdasarkan EduRank 2026, Unud menempati posisi pertama di Bali, peringkat 14 nasional, 319 Asia dan 1.313 dunia.

Dari sisi prestasi, mahasiswa Unud sepanjang 2026 telah mencatatkan 46 prestasi internasional dan 556 prestasi nasional. Produktivitas riset pun terus berkembang. Hingga Agustus 2026, Unud mencatat 307 publikasi internasional bereputasi Scopus, 1.891 publikasi nasional, 91 kekayaan intelektual dan 148 buku ilmiah.

Berbagai inovasi juga terus dikembangkan sivitas akademika, mulai dari produk kesehatan berbasis bahan alam Bali hingga teknologi internet of things (IoT). Dengan status PTN-BH, Unud kini memiliki fleksibilitas lebih besar dalam pengelolaan sumber daya, penguatan tata kelola, percepatan hilirisasi riset dan inovasi, perluasan kerja sama serta peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Meski memiliki ruang otonomi lebih luas, Unud menegaskan transformasi tersebut tidak berarti menaikkan UKT mahasiswa. Komitmen tersebut menjadi bagian penting dari transformasi kelembagaan agar peningkatan kualitas perguruan tinggi tetap berjalan tanpa mengurangi akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi.

Baca Juga:   Merdeka Tanpa Narkoba, Pagelaran Seni dan Pengukuhan Duta Bersinar Kecamatan Kuta Utara

Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., menegaskan, status PTN-BH bukanlah tujuan akhir. “Transformasi menjadi PTN-BH merupakan amanah sekaligus momentum strategis bagi Universitas Udayana untuk memperkuat kualitas tridharma perguruan tinggi, mempercepat inovasi, memperluas kemitraan global, dan menghasilkan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa,” ujarnya.

Dengan dukungan lebih dari 34 ribu mahasiswa, puluhan ribu alumni dan ratusan tenaga akademik berkualifikasi tinggi, Unud optimistis status PTN-BH menjadi akselerator menuju universitas unggul dan berdaya saing global. “Dengan semangat kebersamaan seluruh sivitas akademika, kami optimistis mampu mengakselerasi langkah menuju World Class University,” tegasnya.

Berlandaskan semangat Taki-Takining Sewaka Guna Widya, Unud menatap era baru dengan target memperkuat pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan inovasi agar manfaatnya semakin luas bagi Bali, Indonesia hingga dunia. (BC5)