Unik, Tradisi Nyepi Adat dan Aci Manda di Desa Adat Bugbug

Nyepi Adat di Bugbug
Prosesi Aci Manda yang digelar sehari sebelum Nyepi Adat di Desa Adat Bugbug. (BC9)

Amlapura, balibercerita.com –

Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, mewilayahi 12 banjar dan merupakan lintasan Amlapura-Denpasar. Di desa ini ada tradisi unik yaitu Nyepi Adat yang jatuh pada Panglong 14 Sasih Kawulu atau panglong 15 Sasih Kawulu atau Penanggal 1 Sasih Kesanga. Diantara 3 pilihan itu dipilih yang triwaranya tepat Beteng. Tahun ini, Nyepi atau Sipeng Desa Adat Bugbug jatuh pada penanggal 1 Sasih Kesanga karena Triwara Beteng jatuh pada 2 Februari 2022.

Nyepi Adat dilaksanakan selama 12 jam mulai pukul 06.00 Wita hingga 18.00 Wita. Selama pelaksanaan Nyepi Adat, dijaga pecalang. Krama tidak boleh menerima tamu dan tidak boleh bertamu. Bagi yang melanggar akan diberikan sanksi yang telah ditetapkan Desa Adat Bugbug. Saat Nyepi Adat, krama juga wajib menjalankan Catur Brata Panyepian yakni Amati Geni (dilarang menyalakan api), Amati Karya (dilarang bekerja), Amati Lelungan (dilarang bepergian) dan Amati Lelanguan (dilarang menggelar hiburan). 

Baca Juga:   Ribuan Penjor Hias Akan Percantik Jalur Acara KTT G20

Uniknya, lalu lintas kendaraan yang melewati jalan di wilayah Desa Bugbug tetap berjalan seperti biasa, hanya saja tidak boleh menurunkan dan menaikkan penumpang. Semua aktivitas ekonomi tutup, mulai dari pasar desa, warung, kios, 7 SD, 1 SMP, 1 SMA, hingga aktivitas wisata di Objek Wisata Candidasa.

Sehari sebelum Nyepi Adat, terlebih dahulu dilaksanakan Aci Manda. Upacara ini dilakukan secara turun temurun yang tersurat dalam lontar pengaci-aci Desa Adat Bugbug. Aci Manda jatuh pada panglong 13 Sasih Kawulu atau Panglong 14 Sasih Kawulu atau Panglong 15 Sasih Kawulu. Tahun ini Aci Manda jatuh pada panglong 15 Sasih Kawulu (Tilem Kawulu) karena Triwaranya Pasah. 

Baca Juga:   Festival Seni Budaya Kuta Kembali Ditiadakan

Tradisi ini dilaksanakan hanya sehari tepatnya di sore hari, masyarakat melaksanakan Aci Manda karena mereka berkeyakinan bahwa dengan melaksanakan tradisi tersebut masyarakat akan memperoleh kesuburan, kesejahteraan dan ketenteraman. Aci Manda merupakan ritual nedunang dan mengupacarai Sanghyang Aji Raja Purana, penguasa Prasasti Pingit Desa Adat Bugbug. 

Pelaksanaan Aci Manda ini dengan mengelilingi wilayah Desa Adat Bugbug secara simbolis berjalan bersama Taruna Pasting, para pemangku, Daha Taruna Desa, teruna-teruni banjar adat, ancangan desa, pangelingsir desa adat, para prajuru serta krama Desa Adat Bugbug. Para teruna desa membawa sesurakan (sebatang pelepah enau yang daunnya disisakan pada ujungnya saja dan dihiasi menggunakan janur yang diukir sedemikian rupa) dan menggunakan pakaian kamben, udeng serta saput yang diikat di dada membawa keris. Sedangkan untuk para daha desa membawa cepetik (canang atau berupa persembahan yang terbuat dari janur yang dirangkaikan dan dihiasi dengan beraneka macam kembang) dengan menggunakan pakaian rejang lengkap serta riasan kepala menggunakan gonjer. 

Baca Juga:   Desa Adat Legian Akan Gelar Ritual Ngerehang, Lampu Jalan Direncanakan Dipadamkan

Pada prosesi Aci Manda ini para teruna dan daha desa akan berbaris dan berjalan dari depan Pura Puseh menuju ke arah selatan melewati Pura Bale Agung sampai Banjar Adat Segaa. Kemudian ke arah utara dan terakhir mengelilingi Pura Bale Agung sebanyak 3 kali. Setelah itu barulah dilaksanakan persembahyangan bersama di Pura Bale Agung. (BC9)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini