balibercerita.com –
Di tengah arus kemajuan dunia medis yang semakin bertumpu pada teknologi, Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Bangli justru melangkah dengan pendekatan yang berbeda. Pada 2026 mendatang, kampus ini bersiap membuka Fakultas Kedokteran dengan konsep holistik yang memadukan ilmu medis modern dan kekuatan spiritual.
Bagi UHN, mencetak dokter tidak cukup hanya dengan kecerdasan akademik. Lebih dari itu, kampus ini ingin melahirkan sosok dokter yang utuh, tenang batinnya, kuat mentalnya, dan bijak dalam pengabdian. Dari semangat inilah lahir konsep “Adi Dokter Plus”, yakni dokter yang tidak hanya memahami penyakit secara klinis, tetapi juga peka terhadap kondisi psikis dan spiritual pasien. “Mahasiswa kami nanti tidak hanya belajar sains. Mereka juga akan dibekali yoga, meditasi, dan nilai-nilai dyatmika agar kelak menjadi dokter yang pintar sekaligus menenangkan,” ujar Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa, Prof. I Gusti Ngurah Sudiana.
Pihaknya juga menyiapkan ruang kuliah di Fakultas Kedokteran UHN yang tidak semata menjadi tempat mempelajari anatomi, farmakologi, atau diagnosis penyakit. Mahasiswa juga akan diajak memahami keseimbangan energi, pengendalian diri, serta pentingnya ketenangan dalam proses penyembuhan.
Konsep ini berpijak pada filosofi sekala dan niskala, yang memandang kesehatan sebagai kesatuan antara raga dan jiwa. Bagi UHN, obat dan tindakan medis memang penting, tetapi ketenangan pikiran dan kekuatan batin juga memiliki peran besar dalam proses kesembuhan.
Pada tahun pertama pembukaan, Fakultas Kedokteran UHN akan menerima sekitar 50 mahasiswa. Putra-putri daerah Bangli mendapat perhatian khusus dalam proses penerimaan. Harapannya, dari tanah kelahirannya sendiri akan lahir dokter-dokter yang kelak kembali mengabdi untuk masyarakat. “Kalau Bangli punya dokter plus, itu bukan hanya kebanggaan daerah, tetapi juga jawaban atas kebutuhan layanan kesehatan di wilayah Bali timur,” kata Sudiana.
Selain itu, pihak kampus memastikan pendidikan kedokteran di UHN tetap dirancang terjangkau secara ekonomi agar semakin banyak generasi muda Bali bisa mengakses pendidikan dokter.
Untuk mendukung praktik klinik, UHN telah menjalin kerja sama dengan RSUD Bangli sebagai rumah sakit pendidikan utama. Dukungan juga datang dari RSUD Karangasem dan RSJ Provinsi Bali sebagai rumah sakit satelit. Seluruh puskesmas di wilayah Bangli pun siap menjadi lokasi praktik mahasiswa.
Dua gedung Fakultas Kedokteran kini tengah dipersiapkan, lengkap dengan rencana pembangunan asrama mahasiswa. Bahkan, mahasiswa baru nantinya akan menjalani masa pembentukan karakter selama satu tahun melalui sistem karantina. “Selama satu tahun itu, mereka difokuskan pada dasar kesehatan, spiritualitas, dan kedisiplinan. Setelah lulus, mereka akan kami arahkan mengabdi di rumah sakit dan puskesmas di Bangli, Klungkung, sampai Nusa Penida yang masih sangat membutuhkan dokter,” jelas Sudiana.
Saat ini, UHN telah menyiapkan 26 calon tenaga pengajar yang terdiri dari dokter spesialis, dosen kedokteran dasar, hingga profesor. Kurikulum akan dimatangkan bersama para ahli pada Desember 2025, sementara dua gedung fakultas ditargetkan rampung Oktober 2026.
Dukungan kuat juga datang dari Pemerintah Kabupaten Bangli. Kepala BKPSDM Bangli, I Made Mahindra Putra, yang hadir mewakili Bupati Sang Nyoman Sedana Arta dalam media gathering di Kampus UHN Sugriwa, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung berdirinya Fakultas Kedokteran tersebut. “Selain hibah tanah, kami juga menyiapkan SDM. Kami sebenarnya masih membutuhkan tenaga kesehatan, tetapi demi mendukung fakultas ini, kami tugaskan sebagian menjadi dosen,” ujarnya.
Mahindra menargetkan mahasiswa pertama bisa diterima pada September 2026. Ia menilai kehadiran Fakultas Kedokteran UHN bukan hanya meningkatkan Indeks Kualitas Manusia (IKM) Bangli, tetapi juga akan berdampak langsung terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. “Kami akan terus mendukung agar UHN Sugriwa menjadi kampus Hindu pertama di Indonesia yang memiliki Fakultas Kedokteran,” tegasnya.
Kini, UHN hanya tinggal menanti keputusan resmi dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan Tinggi untuk membuka pendaftaran mahasiswa. Langkah ini menjadi bagian dari perjalanan besar UHN menuju World Class University, sebuah perjalanan yang dimulai dari Bangli, berakar pada kearifan lokal, dan diarahkan untuk menjawab tantangan kesehatan Indonesia ke depan.
Dan di balik segala persiapan itu, tersimpan satu harapan besar: kelak akan lahir dokter-dokter yang tak hanya menyembuhkan tubuh, tetapi juga menenangkan jiwa. (BC5)



















