balibercerita.com –
Anggota DPRD Badung, I Made Tomy Martana Putra menyampaikan apresiasi atas komitmen Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa yang mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,5 triliun untuk pembangunan infrastruktur di Kecamatan Kuta Selatan. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah strategis, mengingat Kuta Selatan merupakan salah satu kontributor utama pendapatan asli daerah (PAD) Badung sekaligus destinasi pariwisata berkelas internasional.
Politisi muda asal Desa Pecatu itu menegaskan, penguatan infrastruktur di Kuta Selatan sudah menjadi kebutuhan mendesak. Menurutnya, tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, kawasan pariwisata unggulan akan menghadapi berbagai tantangan, baik dari sisi kenyamanan wisatawan maupun daya saing daerah. “Kuta Selatan adalah salah satu penyumbang PAD terbesar bagi Kabupaten Badung. Jika infrastrukturnya tidak diperkuat, sektor pariwisata bisa terdampak. Karena itu, percepatan pembangunan memang harus dilakukan,” ujarnya, Rabu (11/2).
Tomy menilai fokus Bupati Adi Arnawa bersama Wabup Badung, Bagus Alit Sucipta pada pembangunan infrastruktur sudah tepat dan sesuai kebutuhan di lapangan. Hal tersebut juga menjadi salah satu alasan Partai Golkar Badung di bawah kepemimpinan Turah Tut memberikan dukungan kepada pemerintahan Adi Cipta.
“Golkar mendukung karena komitmennya jelas pada infrastruktur. Ini yang memang paling dibutuhkan saat ini. Tidak bisa terus dibiarkan tanpa percepatan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur yang inklusif dan berkelanjutan merupakan pondasi penting dalam mewujudkan pariwisata berkualitas. Infrastruktur yang baik tidak hanya memperlancar aktivitas pariwisata, tetapi juga menjadi penopang pertumbuhan kawasan yang berkeadilan bagi masyarakat.
Meski demikian, Tomy mengingatkan agar program pembangunan tidak berhenti pada tahap perencanaan atau seremoni semata. Ia menekankan pentingnya realisasi yang konkret dan berdampak langsung bagi masyarakat. “Yang utama adalah implementasi. Pembangunan harus nyata dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Dengan perencanaan yang matang serta pengawasan yang optimal, ia optimistis program tersebut dapat berjalan sesuai harapan. Sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar Badung sekaligus anggota DPRD Badung, Tomy memastikan pihaknya akan mengawal pelaksanaan pembangunan secara serius.
“Kami di DPRD, khususnya Fraksi Golkar, sesuai arahan Ketua DPD I Golkar Bali, Bapak Gde Sumarjaya Linggih, siap menjadi mitra yang kritis dan konstruktif bagi pemerintah daerah Badung agar seluruh program tepat sasaran dan terealisasi dengan baik,” ujarnya.
Terkait persoalan air bersih, Tomy berharap target Bupati Badung untuk menstabilkan distribusi air di Kuta Selatan pada Februari 2026 dapat tercapai melalui penambahan pompa dan optimalisasi jaringan PDAM. Dengan langkah tersebut, persoalan air bersih diharapkan dapat diselesaikan secara bertahap dan berkelanjutan.
Ia juga mendukung pemanfaatan teknologi sea water reverse osmosis (SWRO) untuk memenuhi kebutuhan air sektor industri dan pariwisata. Strategi ini dinilai tepat agar sumber air permukaan dapat diprioritaskan bagi masyarakat dengan tarif yang lebih terjangkau. “Air adalah kebutuhan dasar masyarakat. Selama untuk kepentingan masyarakat, kami siap bersinergi dan mengawal kebijakan ini,” pungkasnya. (BC5)


















