Mangupura, balibercerita.com –
Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Arta Ardana Sukawati menyaksikan langsung proses kedatangan maskapai Singapore Airlines SQ938 di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Rabu (16/2). Bersama jajaran OPD terkait, PHRI, dan pengelola Bandara Ngurah Rai, mereka memastikan proses kedatangan wisatawan itu berjalan dengan lancar dan sesuai dengan protokol kesehatan.
Gubernur Koster menjelaskan, penerbangan reguler internasional ke Provinsi Bali sudah berjalan mulai 3 Februari 2022. Penerbangan internasional yang pertama kali mendarat adalah dari maskapai Garuda Indonesia rute Narita-Denpasar, membawa 12 orang penumpang. “Penerbangan dari Narita, Jepang, dijadwalkan satu minggu sekali yaitu setiap hari Kamis. Sedangkan untuk Singapore Airlines rencana akan berjalan sekali setiap hari,” bebernya.
Ia juga mengaku telah menyetujui permohonan surat dari manajemen Jetstar Airlines yang juga menyatakan akan melakukan penerbangan dengan sejumlah penumpang menggunakan pesawat airbus A320 dari Singapura langsung ke Denpasar. Rencananya penerbangan dilakukan antara tanggal 4-25 Maret 2022.
Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Dirut Garuda Indonesia, yang kebetulan merupakan sahabat karibnya sesama alumni ITB. Ia meminta agar Garuda Indonesia bisa segera melakukan penerbangan dari Australia, yang dimulai dari Sydney ke Denpasar. Hal itu telah disanggupi dan yang bersangkutan sudah berkomitmen untuk melakukannya.
Pihaknya berharap, penerbangan internasional yang sudah berjalan saat ini bisa disusul penerbangan lain. Ia mengaku selalu berkoordinasi dengan Menhub dan Menparekraf, agar penerbangan ke Bali langsung bisa dimulai untuk penerbangan wisatawan asing yang akan berwisata ke Provinsi Bali. Dengan upaya itu ia berharap sektor pariwisata di Bali segera pulih, yang secara otomatis akan berdampak pada pemulihan perekonomian di Bali.
Ia menegaskan telah mengupayakan agar ke depan bisa dilakukan pemangkasan masa karantina. Semula masa karantina ditetapkan selama 7 hari, kemudian berkurang menjadi 5 hari, hingga kembali berkurang menjadi 3 hari. Awal Maret, ia berharap wisatawan asing yang datang ke Bali agar tanpa karantina lagi. Sepanjang yang bersangkutan mematuhi protokol kesehatan, sudah divaksinasi lengkap, serta hasil pemeriksaan Swab PCR menunjukan hasil negatif saat keberangkatan maupun negatif PCR pada saat kedatangan. Dengan demikian, para wisatawan yang berkunjung ke Bali nantinya tidak perlu terlalu lama menjalani masa karantina.
Untuk penumpang Singapore Airlines, mereka akan diberlakukan sistem bubble di sejumlah hotel tempat mereka menginap. Hotelnya tersebar di wilayah Badung, Ubud dan Sanur. Mayoritas mereka berada di wilayah Kuta, Kuta Utara, Kuta Selatan, dan yang paling banyak di Nusa Dua. Adapun hotel yang banyak ditempati adalah di Grand Hyatt Nusa Dua dan Westin Resort Nusa Dua. (BC5)
















