SLB Negeri 1 Badung Bangun Pondasi Komunikasi Anak Tunarungu Lewat TKLB

0
287
SLB Negeri 1 Badung
Ni Nyoman Suwastarini. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –
Pendidikan inklusif sejak usia dini kembali ditegaskan oleh SLB Negeri 1 Badung melalui pembukaan pendaftaran peserta didik baru untuk jenjang taman kanak-kanak luar biasa (TKLB) tahun ajaran 2025/2026. TKLB ini khusus ditujukan bagi anak-anak dengan hambatan pendengaran (tunarungu), sebagai langkah awal untuk membangun kemampuan komunikasi dan kemandirian sejak usia dini.

Menurut Kepala SLB Negeri 1 Badung, Ni Nyoman Suwastarini, inisiatif membuka TKLB bagi anak tunarungu telah dimulai sejak tahun 2024. Tahun ini, tiga anak telah mendaftar ke jenjang tersebut, dan pendaftaran masih terus dibuka hingga 18 Juli 2025.

Baca Juga:   Usai Sosialisasi Gerakan Kulkul PKK, Bunda Rai Tinjau Inovasi Olah Sampah Plastik Jadi BBM di Denbantas

“Komunikasi adalah aspek utama yang perlu dikembangkan sedini mungkin bagi anak-anak tunarungu. Lewat TKLB, kami ingin memberikan ruang bagi mereka untuk tumbuh dengan pola belajar yang sesuai kebutuhan mereka,” jelasnya, Selasa (1/7).

Salah satu pendekatan penting yang diterapkan di SLB Negeri 1 Badung adalah proses asesmen awal untuk seluruh calon siswa. Asesmen dilakukan untuk mengetahui hambatan spesifik yang dimiliki anak agar proses pembelajaran dapat dirancang secara individual. Anak dengan hambatan pendengaran misalnya, wajib menjalani pemeriksaan di dokter THT. Sementara, anak dengan hambatan lainnya dirujuk ke dokter mata, dokter tumbuh kembang, atau psikolog.

Baca Juga:   Jembrana Raih Paritrana Award 2025, Bukti Komitmen Lindungi Pekerja

Rekomendasi dari tenaga medis menjadi dasar untuk menentukan metode pembelajaran yang paling tepat. Ini juga bentuk komitmen agar setiap anak belajar dengan cara yang paling efektif bagi mereka. Saat ini, jumlah pendaftar ulang di seluruh jenjang SLB Negeri 1 Badung telah mencapai 26 anak, termasuk dari jenjang TKLB.

SLB Negeri 1 Badung juga memperluas akses pendidikan inklusif dengan tidak menerapkan sistem zonasi, sehingga anak-anak berkebutuhan khusus dari seluruh wilayah Indonesia dapat mendaftar. “Kami menerima siswa dari mana saja, asal memenuhi persyaratan asesmen dan pemeriksaan yang diperlukan,” ujar Edi Prayitno, Humas SLBN 1 Badung.

Baca Juga:   Mamah Oday, Srikandi Penjaga 900 Spesies Tanaman Obat Nusantara

Ia juga menyebutkan bahwa beberapa siswa bahkan berasal dari daerah seperti Buleleng dan Karangasem. Untuk mendukung siswa dari luar daerah, sekolah menyediakan asrama gratis agar anak-anak tetap bisa belajar dalam lingkungan yang kondusif.

Pendaftaran peserta didik baru SLB Negeri 1 Badung masih dibuka hingga 18 Juli 2025. Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) akan dilaksanakan pada 21–23 Juli 2025. Untuk informasi lebih lanjut, orangtua dapat menghubungi pihak sekolah secara langsung. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini