Scared Of Bums Kembali dengan “Before It Burns”: Merayakan Api Lama dalam Wajah Baru

0
173
Scared Of Bums
Personel Scared of Bums. (ist)

balibercerita.com –
Setelah tujuh tahun tanpa rilisan baru, unit punk rock asal Denpasar, Scared Of Bums (SOB) kembali mengguncang skena alternatif Bali lewat perhelatan bertajuk “Before It Burns.” Bagi banyak penggemar, ini bukan sekadar konser atau pesta musik, tetapi momentum kebangkitan sebuah band legendaris yang telah menjadi bagian dari denyut kehidupan musik bawah tanah Pulau Dewata.

“Sudah lama kami nggak bikin acara sendiri. Banyak orang masih terpaku di dua album terakhir. Sekarang saatnya kami bergerak lagi,” ungkap Eka Janantha “Bo-Care”, vokalis sekaligus gitaris SOB, membuka kisah kembalinya band yang dikenal lewat semangat DIY (Do It Yourself) dan lirik-lirik perlawanan sosial itu pada Jumat (31/10).

“Before It Burns” memiliki makna ganda. Secara teknis, burn merujuk pada proses menduplikasi karya musik sebelum dirilis. Namun secara simbolis, ia berarti “momen sebelum api benar-benar menyala”, sebuah fase persiapan sebelum SOB melepas album keempat mereka.

Baca Juga:   Lolot Rilis Album ke-11 “Tajir Melintir”, Obati Rindu Bali Rockers Setelah Empat Tahun

“Konsepnya bukan panggung biasa. Kami ingin bikin ruang yang lebih dekat, di mana penonton bisa ngobrol, ngerokok, dan dengar bareng. Biar semua yang datang merasa jadi bagian dari perjalanan ini,” jelas Arx Bums, bassist sekaligus vokalis.

Dalam acara ini, SOB memperkenalkan delapan lagu baru yang akan menjadi fondasi album mendatang. Musik mereka masih penuh energi dan amarah khas punk, namun dengan kedewasaan baru yang lebih reflektif. “Tema besar album ini tetap tentang amarah, tapi bukan marah yang kosong. Ada kecewa, ada sedih, tapi semua itu jadi bahan bakar,” kata Eka Paramatha “Poglak”, gitaris band.

Secara musikal, SOB menunjukkan evolusi tanpa kehilangan identitas. “Kami ubah beberapa nada dasar, tambah referensi baru, tapi tetap menjaga karakter keras, jujur, dan berjiwa bebas,” ujar Nova Fuxnbumz, gitaris sekaligus produser internal band.

Dalam proses kreatifnya, SOB menggandeng Utha Kusuma Widhiana sebagai music director di beberapa lagu, sementara Man Angga dan Guna Kupit dari Nosstress ikut terlibat dalam kurasi lirik dan melodi. Meski diwarnai perdebatan sengit, proses ini justru menghidupkan kembali chemistry di antara para personel.

Baca Juga:   Sukses Sedot 8 Ribuan Penonton, Singaraja Fest Akan Dilaksanakan Tahun Depan

“Berantem terus, makanya prosesnya lama. Tapi di situlah kami sadar, SOB bukan cuma band. Ini keluarga. Dari obrolan dan perbedaan itu, api lama justru menyala lagi,” kata Arx sambil tertawa.

Sebagai band yang tumbuh dari akar komunitas punk Bali, SOB tetap setia pada semangat kemandirian. Semua konsep, teknis, dan produksi mereka tangani sendiri, dibantu teman-teman dari ALUHSUN, Rock The Beat Music Studio, Harmonic Labs, dan Telaga Swara. Dokumentasi acara ditangani oleh Soca Creative, sementara dukungan komunitas datang dari Go Ahead Music, Berbagi Kopi, Sloji, dan Cheapy Eyewear. “Kolaborasi lintas komunitas itu penting banget, apalagi di Bali. Skena hidup karena solidaritas, bukan kompetisi,” ujar Nova.

Meski telah 15 tahun lebih berkarier, Scared Of Bums tetap mempertahankan idealisme mereka. Lagu-lagu baru masih menyorot isu sosial dan semangat perlawanan, namun dengan pendekatan yang lebih jujur dan personal. “Identitas punk kami nggak hilang. Kami hanya ingin menyampaikannya dengan cara yang lebih matang,” kata Poglak.

Baca Juga:   Pengelola Mal di Bali Perkuat Upaya Pengurangan Sampah Plastik

Bagi SOB, “Before It Burns” bukan sekadar panggung reuni, tetapi simbol keteguhan hati untuk terus melangkah. “Ini ajakan untuk berani berubah tanpa takut kehilangan jati diri,” tutur Arx dengan tegas. “Acara ini bukan cuma buat kami, tapi buat semua yang lagi berjuang mulai lagi dari awal. Kami masih di sini, masih berapi-api, dan masih punya banyak hal untuk diteriakkan,” tutup Bo-Care penuh semangat.

Setelah “Before It Burns”, Scared Of Bums siap melanjutkan proses menuju album keempat mereka, dengan perilisan single baru dalam waktu dekat. Sebuah babak baru telah dimulai, dan kali ini, SOB datang bukan untuk bernostalgia, tetapi untuk menyala kembali. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini