balibercerita.com –
Kerinduan Bali Rockers akan karya-karya grup band rock alternatif, Lolot akhirnya terobati. Rabu (1/4) kemarin, band kebanggaan Bali ini secara merilis album ke-11 bertajuk “Tajir Melintir”. Album ini diperkenalkan secara resmi di Mayhem Apparel yang menandai kembalinya mereka setelah empat tahun vakum dari belantika musik Bali.
Band yang digawangi I Made Bawa, Mr Botax, Donnie Lesmana, dan Hendra Dwiartha ini menghadirkan enam lagu dalam album terbarunya, yakni “Meserah Pasrah”, “Silih-silih Kambing”, “Jujur”, “Dewi Supraba”, “Tajir Melintir”, dan “Cerita Kita.”
Album ini menjadi jawaban atas kerinduan para Bali Rockers (sebutan penggemar setia Lolot) yang telah menunggu sejak rilisan terakhir mereka pada 2022. Menariknya, proses pengerjaan album ini terbilang singkat, hanya sekitar dua bulan. “Album ke-11 ini memang kami kebut. Kami juga sengaja hanya menghadirkan enam lagu agar tidak membosankan, sedikit tapi maksimal,” ujar Mr. Botax.
Sementara itu, sang vokalis, I Made Bawa menjelaskan bahwa tema yang diangkat masih berkutat pada persoalan sosial dan cinta, namun dikemas dengan pesan motivasi. Ia menekankan pentingnya bangkit dari kekecewaan, termasuk dalam urusan percintaan. “Kalau cinta ditolak, jangan berkecil hati. Harus bangkit, karena suatu saat yang menolak bisa saja menyesal,” ungkapnya.
Konsep visual album pun tak kalah menarik. Sosok Dewi Supraba yang diangkat dari kisah pewayangan dipilih sebagai sampul, menggambarkan standar kecantikan yang terus berkembang mengikuti zaman. Selain itu, lagu “Silih-silih Kambing” mengangkat fenomena sosial tentang sulitnya menagih utang, sementara “Tajir Melintir” membawa pesan agar tidak menilai seseorang dari penampilan semata dan tetap tegar di masa sulit.
Di balik konsistensi mereka selama lebih dari dua dekade, Donnie Lesmana mengungkapkan kunci kekompakan band yang telah berdiri sejak 2002. “Kami saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. Itu yang membuat kami tetap solid,” ujarnya.
Menanggapi perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Lolot melihatnya sebagai tantangan sekaligus peluang, namun menegaskan bahwa semangat berkarya tidak boleh luntur.
Drummer Hendra Dwiartha pun mengaku bangga bisa menjadi bagian dari band yang dulu ia idolakan. “Walau usia kami berbeda, rasanya seperti teman sebaya,” katanya.
Sebagai puncak perayaan, album “Tajir Melintir” akan resmi diluncurkan dalam konser spesial bertajuk Balirockshow 2026 yang digelar pada 4 April 2026 di Gedung I Ketut Maria. Konser tersebut juga menjadi momen perayaan ulang tahun Bali Rockers ke-12, lengkap dengan berbagai kejutan menarik, termasuk doorprize dua gitar elektrik dan satu gitar akustik bagi para penonton. (BC5)
















