Sampah Kiriman Mulai Menepi di Badung, DLHK Tangani 200 Ton Jelang Galungan

0
123
Sampah kiriman
Penanganan sampah kiriman oleh personel DLHK Badung. (ist)

balibercerita.com –
Menjelang hari raya Galungan, gelombang sampah kiriman kembali menyerbu pesisir barat Kabupaten Badung. Sejak Jumat (14/11), lebih dari 200 ton sampah laut telah ditangani Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung bersama TNI serta petugas kebersihan desa adat.

Sampah kiriman yang datang setiap hari mulai menunjukkan penurunan pada Senin (17/11) pagi. Sementara, proses pembersihan masih berlangsung.

Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 DLHK Badung, Anak Agung Gede Dalem menyebutkan bahwa fenomena ini mengawali musim sampah kiriman yang lazim muncul pada akhir November. “Jumat lalu memang bisa disebut awal musim sampah. Datangnya rutin setiap hari. Pagi tadi juga masih datang lagi, tapi sudah mulai menipis,” ujarnya dikonfirmasi, Senin (17/11).

Baca Juga:   Sejumlah Ruas Jalan di Badung Selatan Macet Parah, Wisatawan Terpaksa Jalan Kaki dan Naik Ojol Ke Bandara

Sampah kiriman kali ini menyasar sejumlah titik, mulai dari Pantai Seseh–Cemagi, Petitenget, Seminyak, Legian, Kuta, Jerman, hingga Kedonganan. Material yang terdampar didominasi kayu-kayu gelondongan serta sampah plastik. Kawasan Samigita (Seminyak, Legian, dan Kuta) tercatat menjadi lokasi dengan volume sampah terbanyak.

“Yang paling banyak itu masih di Pantai Kuta, Legian dan Seminyak. Tahun ini Pantai Kedonganan juga bersamaan, biasanya di sana pertengahan musim baru muncul,” jelasnya.

Baca Juga:   HUT ke-32 LPD Kedonganan, Sekda Adi Arnawa Serahkan Paket Daging Babi

Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir, sebaran sampah kiriman menunjukkan kecenderungan meluas. Pantai Seseh–Cemagi yang biasanya terdampak saat pertengahan musim kini mulai diserbu sejak awal. Begitu pula Kedonganan yang tahun ini memasuki daftar lokasi terdampak awal. Kondisi itu diperkirakan dipicu perubahan arus serta karakteristik topografi masing-masing pesisir.

DLHK Badung menerjunkan 10 alat berat dan 300 petugas kebersihan untuk mempercepat pengangkutan. Sampah yang terkumpul ditampung sementara di STO (stop over) sebelum diangkut ke PDU Mengwitani dan TPA Sarbagita untuk penanganan lanjutan. Upaya pembersihan juga diperkuat oleh keterlibatan personel TNI serta tenaga kebersihan pada masing-masing wilayah pesisir.

Baca Juga:   Penumpang di Bandara Ngurah Rai Ditargetkan 9 Juta Orang 

DLHK berharap kondisi pesisir segera kembali bersih mengingat masyarakat tengah bersiap menyambut hari raya Galungan yang jatuh pada Rabu (19/11). Untuk data volume sampah terbaru kemungkinan baru dapat dihimpun pada sore hari mengingat penanganan masih berjalan.

Meski begitu, jumlahnya diperkirakan tidak sebanyak hari-hari sebelumnya karena bergantung pada intensitas hujan serta arah arus laut. “Kemarin cuacanya cerah berawan, jadi sampahnya tidak terlalu banyak,” imbuhnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini