Sampah Kiriman di Pantai Badung Didominasi Kayu dan Bambu

0
112
Sampah kirimin di Badung
Sampah kiriman yang dikumpulkan di Pantai Kuta. (ist)

balibercerita.com –
Volume sampah kiriman kembali meningkat di sejumlah pantai di Kabupaten Badung. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, Made Rai Warastuthi mengatakan, jenis sampah kiriman yang datang kali ini juga mengalami perubahan. Jika tahun lalu didominasi sampah plastik, kini yang paling banyak ditemukan adalah kayu, bambu, serta akar pohon berukuran besar.

Baca Juga:   Kurang dari 24 Jam, Pencuri Roda Mobil di Parkir Bandara Ngurah Rai Tertangkap

“Memang ada peningkatan. Sampah kiriman masih cukup banyak, tetapi sekarang yang mendominasi adalah kayu, bambu, dan akar pohon yang ukurannya besar-besar,” ujarnya.

Menurutnya, sebaran sampah kiriman di pesisir Badung juga mengalami perubahan. Saat ini tumpukan sampah paling banyak ditemukan di kawasan Pantai Jerman, disusul Pantai Kelan dan Pantai Jimbaran.

Sementara, di Pantai Cemagi, volume sampah juga cukup besar karena kondisi geografis pantai yang menyerupai palung sehingga sampah mudah terperangkap di kawasan tersebut. Di kawasan Pantai Kuta, jenis sampah yang paling banyak ditemukan juga berupa kayu.

Baca Juga:   Turkish Airlines Jembatani Rute ke-7 Internasional Bandara Ngurah Rai

Pemerintah Kabupaten Badung terus mengerahkan petugas untuk melakukan pembersihan pantai secara rutin guna menjaga kebersihan kawasan wisata pesisir. Menjelang hari raya Nyepi, aktivitas pembersihan pantai juga tetap dilakukan secara intensif.

Baca Juga:   BRI Tingkatkan Fasilitas Belajar dan Berikan Beasiswa untuk Siswa SDN 1 Belimbing

Petugas akan tetap bekerja hingga menjelang pelaksanaan upacara saat Pangerupukan, sementara saat Nyepi aktivitas pembersihan akan dihentikan sementara sebelum kembali dilanjutkan setelahnya. “Kami tetap aktif melakukan penanganan hingga menjelang Nyepi. Saat hari raya memang libur, tetapi setelah itu aktivitas pembersihan kembali dilakukan,” jelasnya. (BC5)