balibercerita.com –
Salah satu ikon Pantai Kuta berupa plang nama bertuliskan “Pantai Kuta” yang berlokasi di dekat area skate park menghilang. Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Jumat (23/1), plang menyerupai neon box tersebut diketahui mengalami kerusakan akibat diterjang cuaca ekstrem dan angin kencang pada Rabu (21/1) dini hari.
Pengelola DTW Pantai Kuta, I Nyoman Arya Arimbawa membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa runtuhnya plang terjadi pada waktu subuh akibat badai dan angin kencang yang melanda kawasan Pantai Kuta.
Demi menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung, plang yang telah rusak itu terpaksa dibongkar sementara sambil menunggu proses perbaikan lebih lanjut. “Iyaa, runtuhnya itu perkiraan subuh kemarin (Rabu) karena cuaca ekstrem dan angin kencang. Tidak bisa diperbaiki, jadi langsung dibongkar dulu sementara,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Badung, Anak Agung Rama Putra, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan kerusakan tersebut. Penanganan awal yang dilakukan berupa perapian dan pembersihan area sekitar lokasi. “Paginya kami ketahui ada kerusakan, langsung kami eksekusi pembersihan,” jelas pejabat yang akrab disapa Gung Rama ini.
Terkait rencana perbaikan dan pembangunan kembali ikon tulisan Pantai Kuta tersebut, Gung Rama menyebut hal itu berada di bawah kewenangan instansi lain. Ia menyarankan agar kepastian penanganan ditanyakan ke Dinas Pariwisata Kabupaten Badung.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, I Nyoman Rudiarta, menyampaikan bahwa hingga kini aset plang tersebut belum diserahkan kepada Dispar Badung. Oleh karena itu, status dan penanganan lanjutan masih berada di bawah kewenangan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). “Kita menunggu penyerahan. Nanti coba kami koordinasikan dahulu,” singkatnya.
Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana berharap agar ikon tulisan Pantai Kuta tersebut dapat segera diperbaiki dan dikembalikan seperti semula dengan konstruksi yang lebih kuat. “Tulisan itu sudah menjadi semacam ikon baru bagi Pantai Kuta. Kami harap bisa segera diperbaiki, tentunya dengan kekuatan konstruksi yang lebih baik, supaya tidak lagi rusak meski diterpa angin kencang,” ujarnya. (BC5)















