Pertumbuhan Pariwisata Kian Pesat, Perumdam Tirta Mangutama Rumuskan Rencana Jangka Panjang

0
104
Perumdam Tirta Mangutama
Dari kiri: Made Sugita, Wayan Suyasa, dan Made Suarsa. (ist)

balibercerita.com –
Perumdam Tirta Mangutama Kabupaten Badung terus berupaya menanggulangi kebutuhan suplai air bersih di wilayah Kuta Selatan. Meski berbagai langkah telah ditempuh, tantangan muncul seiring pesatnya perkembangan sektor pariwisata, terutama pembangunan akomodasi yang tumbuh secara agresif. Menyikapi kondisi tersebut, perusahaan mulai menyiapkan rencana bisnis jangka panjang hingga 2045, menggandeng World Bank sebagai mitra penyusunan.

Direktur Utama Perumdam Tirta Mangutama, Wayan Suyasa menyampaikan bahwa pihaknya telah mengoptimalkan berbagai program peningkatan suplai air bersih, termasuk perbaikan jaringan dan penambahan debit air hingga 250 liter per detik. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan air terus melonjak mengikuti ekspansi akomodasi wisata di Kuta Selatan.

Ia mengungkapkan bahwa pertumbuhan pariwisata yang sangat cepat membuat penambahan suplai yang sudah dilakukan belum mampu sepenuhnya menutup kebutuhan, ditambah gangguan suplai air baku akibat banjir dan pekerjaan proyek PUPR yang semakin memperberat situasi. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di kantor Perumdam Tirta Mangutama, Senin (17/11).

Baca Juga:   Cegah PMK Melalui Transportasi Udara, Karpet Disinfektan Dipasang di Bandara Ngurah Rai

Suyasa juga menyoroti bahwa perubahan tata ruang serta rencana pembangunan jalan lingkar di Kuta Selatan diperkirakan akan menarik penduduk baru, sehingga memperbesar tuntutan terhadap layanan air bersih. Perumdam, menurutnya, memang tidak memiliki kewenangan menentukan arah tata ruang, namun tetap berkewajiban menyesuaikan layanan dengan dinamika pertumbuhan wilayah.

Ia menegaskan bahwa setiap perkembangan fisik wilayah otomatis berdampak pada peningkatan beban layanan, sehingga perencanaan jangka panjang yang komprehensif menjadi kebutuhan mendesak. Ia menyampaikan hal tersebut didampingi Direktur Umum Made Sugita dan Direktur Teknik Made Suarsa.

Baca Juga:   Vaksinasi Booster Untuk Usia 18 Tahun Ke Atas Dimulai 12 Januari

Sebagai upaya antisipatif, Perumdam Tirta Mangutama kini tengah merumuskan rencana bisnis hingga tahun 2045 bersama World Bank. Proses pembahasan telah dilakukan selama enam bulan, dan dokumen yang dihasilkan nantinya akan memuat proyeksi kebutuhan air, arah pertumbuhan wilayah, hingga strategi teknis dan pembiayaan jangka panjang.

Suyasa menjelaskan bahwa meski pemerintah daerah memiliki rencana lima tahunan, Perumdam memilih menyusun proyeksi hingga 2045 agar lebih siap menghadapi perubahan kebijakan maupun perkembangan wilayah, serta menggandeng pihak yang memiliki kapasitas kajian jangka panjang.

Tak hanya itu, perumdam juga dilibatkan dalam penyusunan rencana induk sistem penyediaan air minum (rispam) bersama pemerintah pusat, yang kemudian dijabarkan lebih lanjut oleh pemerintah daerah. Langkah ini dinilai sebagai cara memastikan sinkronisasi antara perencanaan pusat, provinsi, dan kabupaten, mengingat selama ini kerap terjadi ketidaksesuaian antara target nasional dengan kebutuhan lokal. Suyasa menyampaikan bahwa keterlibatan sejak awal kini membuat proses perencanaan lebih runtut dan selaras.

Baca Juga:   BCA Expo Bali 2025 Hadir di Mal Bali Galeria, Tawarkan Promo Spesial KPR hingga KKB

Ia berharap rangkaian perencanaan jangka panjang tersebut mampu menjawab kebutuhan air bersih masyarakat Badung, terutama di kawasan pariwisata yang terus tumbuh. Suyasa menegaskan bahwa air merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga apapun dinamika perkembangan wilayah, perumdam tetap berkewajiban memenuhinya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini