Penumpang dan Kargo Bandara Ngurah Rai Tumbuh Positif, Sinyal Pulihnya Mobilitas Udara Bali

0
128
Penumpang
Pesawat di Bandara Ngurah Rai. (ist)

balibercerita.com –
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mencatatkan kinerja gemilang sepanjang periode Januari hingga September 2025. Dua sektor utama, yakni penumpang dan kargo udara, menunjukkan pertumbuhan positif yang menandai pulihnya mobilitas udara serta meningkatnya aktivitas logistik di Pulau Dewata.

Berdasarkan data operasional, total pergerakan penumpang mencapai 18.231.771 orang, meningkat 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebanyak 17.987.515 penumpang. Dari total tersebut, 11.537.703 penumpang (63 persen) merupakan rute internasional, sementara 6.694.068 penumpang (37 persen) merupakan domestik. Komposisi ini memperkuat posisi Bali sebagai destinasi favorit wisatawan mancanegara, sekaligus mempertahankan daya tarik bagi wisatawan domestik.

Baca Juga:   Jaga Kondusivitas Jelang Nataru, Kelurahan Peguyangan Pantau Penduduk Non Permanen

Selain penumpang, pergerakan pesawat juga mengalami peningkatan. Hingga kuartal III 2025, Bandara Ngurah Rai mencatat 106.942 pergerakan pesawat, naik 1 persen dari 105.979 pergerakan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah tersebut terdiri atas 58.485 penerbangan internasional (55 persen) yang melayani 36 kota mancanegara, serta 48.457 penerbangan domestik (45 persen) yang melayani 21 kota di Indonesia.

Selaras dengan pertumbuhan itu, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali juga meningkat signifikan. Tercatat 5.460.288 kunjungan wisman hingga September 2025, tumbuh 12 persen dibandingkan 4.887.166 kunjungan pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan positif tidak hanya datang dari sisi penumpang, tetapi juga dari kinerja kargo udara.

Baca Juga:   Rencana Pembangunan PSEL Denpasar Raya Terus Dimatangkan

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab mengungkapkan bahwa hingga kuartal III 2025, total kargo yang dilayani mencapai 78 ribu ton, naik 9 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 72 ribu ton.

“Selain peningkatan trafik penumpang dan pesawat sebesar 1 persen, pertumbuhan signifikan juga terlihat pada sektor kargo. Dari total tersebut, 70 persen atau 55 ribu ton merupakan kargo internasional, dan 30 persen atau 23 ribu ton merupakan kargo domestik,” jelas Syaugi.

Baca Juga:   Jelang Pawai Ogoh-ogoh, Kabel Semrawut di Kuta Dirapikan

Ia menambahkan, peningkatan kargo internasional mencerminkan kuatnya aktivitas ekspor-impor melalui Bali, terutama untuk produk-produk unggulan seperti hasil laut, kerajinan, serta barang konsumsi bernilai tinggi. “Pertumbuhan yang konsisten ini merupakan hasil kolaborasi seluruh stakeholder bandara. Kami mengapresiasi sinergi yang terjalin dalam menjaga kelancaran operasional dan kualitas layanan. Ke depan, kami akan terus berupaya mempertahankan tren positif ini,” tutup Syaugi. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini