
balibercerita.com –
Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta (Gus Bota) menghadiri pujawali Ida Batara katuran penganyar/ngutang ambu di Pura Desa, Desa Adat Tiyingan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, Sabtu (11/10). Turut hadir dalam kesempatan ini, anggota DPRD Badung, I Gusti Lanang Umbara, Plt. Camat Petang, AAN Darma Putra serta Tripika Petang, Perbekel Desa Pelaga, I Made Ordin, tokoh serta masyarakat setempat.
Sebagai bentuk dukungan atas upacara ini, Wabup Bagus Alit Sucipta membantu sebesar Rp30 juta. Kepada penari Sekar Jepun, ia membantu dana Rp2,5 juta dan untuk penari Rejang Giri Putri senilai Rp5 juta. Ada pula bantuan dari anggota DPRD Badung, Lanang Umbara untuk piodalan senilai Rp5 juta dan untuk penabuh dibantu Rp2 juta. Sementara, bantuan dari Pemerintah Desa Pelaga sebesar Rp3 juta.
Dalam sambutannya, Gus Bota menyampaikan rasa bahagianya atas terlaksananya pujawali Ida Batara katuran penganyar/ngutang ambu di Pura Desa, Desa Adat Tiyingan, seraya berdoa agar upacara berlangsung lancar dan sukses. “Kami selaku Guru Wisesa (pemerintah) bersama-sama menghaturkan bakti, semoga karya di Desa Adat Tiyingan memargi antar, sida paripurna, dan krama nyujur gemah ripah loh jinawi,” ujarnya.
Wabup menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk terus melanjutkan dan menyempurnakan program-program yang telah dirintis oleh kepemimpinan sebelumnya, khususnya pemerintahan Bupati I Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati I Ketut Suiasa. Dikatakan, pembangunan besar di Pura Desa tersebut telah dilaksanakan sebelumnya menggunakan anggaran induk APBD Badung tahun 2024 sebesar Rp8,5 miliar. Pada era kepemimpinan Bupati I Wayan Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta, program-program yang sudah baik sebelumnya akan dilanjutkan.
Pemerintah Kabupaten Badung saat ini mengusung program Sapta Kriya Adicipta yang mencakup tujuh program utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, diantaranya bantuan Rp2 juta per KK menjelang hari raya, yang mana untuk umat Hindu diberikan saat menyambut hari raya Galungan dan Kuningan. Selain itu, program santunan kematian yang kini disesuaikan menjadi reward atas tertib administrasi pencatatan kematian, di mana semakin cepat proses pengurusan, akan mendapat reward paling tinggi sebesar Rp10 juta.
Sementara itu, Kelian Adat Tiyingan, I Wayan Windra mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wabup Bagus Alit Sucipta dan seluruh undangan di tengah-tengah masyarakat Desa Adat Tiyingan. Dijelaskan, rangkaian upacara pujawali dimulai sejak Wraspati Pon Landep (18 September), Soma Umanis Tolu (6 Oktober) adalah puncak karya, serta Redite Paing Gumbreg (12 Oktober) merupakan panyineban. (BC13)














