balibercerita.com –
Setelah beberapa hari terdampak penutupan ruang udara di sejumlah negara kawasan Timur Tengah, aktivitas penerbangan internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mulai menunjukkan tanda pemulihan. Salah satunya ditandai dengan kedatangan pesawat Emirates dengan nomor penerbangan EK368 dari Dubai yang mendarat di Bali pada Jumat (6/3), pukul 16.30 Wita menggunakan pesawat Airbus A380.
Kedatangan pesawat berbadan lebar tersebut menjadi salah satu momentum penting setelah sebelumnya sejumlah penerbangan dari dan menuju Timur Tengah mengalami gangguan operasional. Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi menjelaskan bahwa secara bertahap operasional penerbangan mulai kembali berjalan seiring dengan dibukanya kembali layanan penerbangan di Bandara Internasional Dubai. “Penerbangan Emirates tersebut merupakan bagian dari proses normalisasi operasional penerbangan setelah sebelumnya ruang udara di sejumlah negara sempat ditutup,” ujarnya.
Sebelumnya, maskapai Emirates juga telah menerbangkan pesawat EK369 dari Denpasar menuju Dubai pada 5 Maret pukul 00.42 Wita. Pesawat tersebut sempat melakukan remain over night (RON) di Bandara Ngurah Rai sejak 28 Februari akibat gangguan operasional penerbangan.
Meskipun beberapa penerbangan mulai kembali beroperasi, dampak penutupan ruang udara masih terasa. Hingga Jumat (6/3) pukul 17.00 Wita tercatat 64 jadwal penerbangan internasional mengalami pembatalan, terdiri dari 34 keberangkatan dan 30 kedatangan. Penerbangan yang terdampak berasal dari sejumlah maskapai yang melayani rute Timur Tengah, yakni Qatar Airways untuk rute Doha–Denpasar, Emirates untuk rute Dubai–Denpasar, serta Etihad Airways untuk rute Abu Dhabi–Denpasar.
Meski demikian, manajemen bandara memastikan bahwa operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Ngurah Rai tetap berjalan normal dan optimal. “Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia terus melakukan pemantauan situasi ruang udara di kawasan Timur Tengah serta berkoordinasi dengan maskapai penerbangan, AirNav Indonesia, dan aparat keamanan untuk memastikan operasional bandara tetap berjalan lancar,” jelasnya.
Bandara Ngurah Rai juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi bagi penumpang yang terdampak penyesuaian jadwal penerbangan. Berdasarkan data maskapai, jumlah calon penumpang keberangkatan yang terdampak pada periode 28 Februari hingga 6 Maret 2026 mencapai 8.187 orang, sementara khusus pada 6 Maret tercatat sebanyak 334 penumpang.
Sebagai bentuk pelayanan, pihak bandara menyediakan area help desk maskapai, berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi untuk membuka konter pelayanan izin tinggal keadaan terpaksa (ITKT), serta menyediakan makanan ringan dan minuman gratis bagi penumpang terdampak.
Manajemen bandara juga mengimbau calon penumpang untuk terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan guna memperoleh pembaruan informasi terkait jadwal penerbangan mereka. (BC5)


















