
balibercerita.com –
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto memaparkan sejumlah tantangan geopolitik global kepada peserta Indonesia Future Leaders Camp (FLC) Regional V, di Auditorium Sumber Daya Pembelajaran (SDP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Rabu (26/7).
Dalam sesi tersebut, Menteri Brian menjelaskan berbagai wicked problems, yaitu masalah dunia yang saling terkait dan sulit dipecahkan dengan pendekatan biasa. Ia menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan perubahan besar agar mampu bersaing dengan negara-negara maju.
“Krisis iklim, ketimpangan ekonomi, revolusi digital, krisis kepercayaan sosial, serta disrupsi nilai dan pekerjaan akibat kecerdasan buatan, perlu direspons dengan ambisi besar, untuk menjadi negara maju,” ungkap Menteri Brian.
Ia juga menyoroti stagnasi sektor manufaktur Indonesia dan tingginya ketergantungan pada negara lain. Menurutnya, kondisi tersebut menghambat daya saing nasional sehingga diperlukan lompatan besar untuk mengejar ketertinggalan.
Lebih lanjut, Menteri Brian menekankan pentingnya kualitas kepemimpinan generasi muda untuk mendorong transformasi menuju negara maju. Ia menyebut FLC sebagai program yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan paradigma global. “FLC ini adalah satu gagasan untuk menyiapkan generasi masa depan bangsa kita, menjadi upaya untuk menstimulus para mahasiswa paham paradigma dan wawasan global sejak dini,” ujarnya.
Brian juga menekankan peran organisasi kampus sebagai ruang pembelajaran penting bagi mahasiswa untuk membangun kemampuan multitasking dan pola pikir yang kompleks. “Salah satu hal yang membuat orang berhasil itu adalah yang bisa melakukan multitasking, memikirkan banyak hal secara bersamaan dan tetap bisa tenang me-manage problem yang ada. Itu sesuatu yang sangat dibutuhkan dalam leadership. Pekerjaan apa pun membutuhkan leadership. Mereka yang sukses adalah mereka yang memiliki kapasitas kepemimpinan yang baik,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menginginkan kebangkitan Indonesia, yang menurutnya tidak mungkin terwujud tanpa mimpi besar generasi mudanya. Ia mencontohkan negara-negara maju yang dibangun oleh kekuatan pemuda.
“Adik-adik bisa perhatikan, bangsa bisa maju itu seperti apa, negara-negara yang maju itu diisi oleh anak-anak muda yang punya ambisi tinggi. Bangsa kita harus sejajar dengan negara-negara lain, kalau negara kita tidak maju, kita belum akan dianggap sebagai negara yg besar,” ujar Menteri Brian.
Lebih lanjut, ia meminta mahasiswa untuk berani bermimpi besar dan konsisten mengejarnya. “Jangan khawatir latar belakang anda. Siapapun Anda, Anda bisa capai itu. Kuncinya satu, mimpi yang setinggi-tingginya. Tapi kemudian anda juga harus kejar terus secara tekun mimpi besar tersebut,” pungkasnya.
Rektor Undiksha, I Wayan Lasmawan turut hadir dan membagikan pengalaman pribadinya sebagai motivasi bagi peserta. Ia menekankan pentingnya mengenal potensi diri dan mengorkestrasi kompetensi untuk meraih masa depan yang diharapkan.
“Hidup harus dijalani, masa depan harus diperjuangkan. Jika ingin lebih baik, maka perjuangkanlah kebaikan itu. Untuk apa jadi followers kalau bisa jadi trendsetter. Jangan hanya menjadi pengikut, kalau bisa jadi leader. Itu yang penting,” tegasnya.
Untuk diketahui, FLC merupakan program penguatan kepemimpinan nasional yang digelar Kemdiktisaintek untuk ketua dan pengurus organisasi mahasiswa di seluruh Indonesia. Pelaksanaan FLC 2025 dilakukan di lima kawasan mulai akhir Oktober hingga akhir November, termasuk Regional V yang mencakup Bali, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. (BC13)


















