Pemerintah Desa Darmasaba Gelar Diskusi, Kupas Tuntas Dinamika Pengelolaan Sampah

0
147
Pemerintah Desa Darmasaba
Suasana diskusi tentang pengelolaan sampah yang digelar Pemerintah Desa Darmasaba, Selasa (28/10). (ist)

balibercerita.com –
Pemerintah Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, menggelar sebuah diskusi yang bertajuk “Bicara Darmasaba-Darmasaba Bicara”. Kegiatan yang berlangsung di TPS 3R, Selasa (28/10), di TPS 3R Pudak Mesari itu mengulas tentang tanggung jawab pengelolaan sampah.

Diskusi yang ditayangkan secara live di YouTube itu dimulai pukul 18.00 hingga 21.00 Wita dengan menghadirkan para pejabat, Seperti Camat Abiansemal, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa, anggota DPRD Badung, Putu Sekarini, perwakilan DLHK Badung, anak-anak muda, aktivis, serta undangan lainnya.

Perbekel Darmasaba, Ida Bagus Surya Prabhawa Manuaba memandu jalannya diskusi dan memberikan peserta kesempatan menyampaikan pendapat serta gagasan dalam menanggulangi sampah.

Gede Suantara dari DLHK Badung menyampaikan, Badung secara umum sejatinya darurat sampah karena TPA Suwung ditutup untuk sampah organik dan akan ditutup permanen akhir tahun. Badung tidak memiliki TPA. Dari data yang disajikan, produksi sampah sepanjang tahun 2024 di Badung berkisar 547 ton sampai 600 ton.

Baca Juga:   Jadi Titik Terendah, Jalan Wana Segara Kuta Dilanda Banjir Berkepanjangan

Berbagai upaya telah dan akan dilaksanakan dalam menanggulangi sampah, termasuk membangun TPS 3R seperti yang telah berjalan di Desa Darmasaba. “Dengan ini semoga kita di Badung bisa sampah dari sumbernya. Karena jika tidak tertangani maka selamanya sampah akan menjadi musibah, sampah baru bisa menjadi berkah bila diolah,” tegasnya.

Pada sesi lainnya, staf TPS 3R Pudak Mesari mengungkapkan suka duka dalam mengolah sampah selama tiga tahun belakangan. Menurutnya, TPS 3R Pudak Mesari telah sukses menjual dan menyalurkan 45 ton kompos kepada masyarakat, bahkan berhasil mengirimkan produk kompos berkualitas hingga ke kabupaten lain. Bahkan telah ada yang telah disalurkan ke petani durian di Buleleng.

Baca Juga:   Kisah Pilu Banjir di Mengwitani, Satu Keluarga Hilang Terseret Arus

Perbekel Darmasaba Suya Prabawa menambahkan, TPS 3R Pudak Mesari yang berdiri sejak 3 tahun telah mampu menjadi sumber pendapatan asli desa dengan nilai mencapai Rp760 juta. Meski demikian, TPS 3R itu belum efektif. Pasalnya, luas lahan yang masih terbatas hanya 10 are, sementara jumlah penduduk di Desa Darmasaba lebih dari 10.000 jiwa.

Camat Abiansemal, Ida Bagus Putu Arimbawa memberikan pandangan, isu sampah memerlukan atensi penuh. Ia mengalihkan fokus pada pertanyaan mendasar sampah itu sebenarnya dimulai dari siapa? Ia pun menggarisbawahi pentingnya pergeseran paradigma, dari sekadar menyalahkan masyarakat yang kurang sadar menjadi membangun kesadaran kolektif sejak usia dini.

Baca Juga:   Perumda Air Minum Tirta Mangutama Catat Kinerja Positif 2025, Pelanggan Tembus 83 Ribu Sambungan

Seusai kegiatan, Surya Prabhawa Manuaba, menegaskan bahwa setiap diskusi, terutama yang menyangkut penyelesaian masalah krusial, harus didasarkan pada data (by data). Hal ini penting untuk memastikan argumen dan solusi yang diusulkan memiliki pondasi yang kuat dan terukur.

“Mengangkat tema sampah kita, tanggung jawab siapa? merupakan topik yang sangat unik dan krusial untuk dibahas,” pungkas Perbekel Darmasaba, menggarisbawahi urgensi tema yang disajikan untuk memantik tanggung jawab bersama. (adv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini