Megawati Soekarnoputri Hadiri Palebon Ida Pedanda Gede Sadhawa Jelantik Putra

0
314
Megawati Soekarnoputri
Megawati Soekarnoputri beserta sejumlah kepala daerah dan tokoh masyarakat saat memberikan penghormatan pada upacara palebon Ida Pedanda Gede Sadhawa Jelantik Putra. (ist)

Gianyar, balibercerita.com –
Kehadiran Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, menjadi sorotan dalam upacara palebon Ida Pedanda Gede Sadhawa Jelantik Putra yang berlangsung khidmat di Griya Sedawa, Desa Adat Tegal Tugu, Gianyar, Kamis (28/8). Didampingi putranya, Prananda Prabowo, Megawati turut memberikan penghormatan terakhir kepada tokoh spiritual dan politik yang dikenal sederhana serta berintegritas tinggi tersebut.

Selain Megawati, sejumlah tokoh nasional dan daerah juga hadir, diantaranya Gubernur Bali, Wayan Koster, Wakil Gubernur, I Nyoman Giri Prasta, bupati/wali kota se-Bali, hingga tokoh senior Bali, Cok Ratmadi. Dari Kabupaten Badung, Bupati I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta hadir secara langsung untuk menyampaikan rasa duka cita mendalam.

Baca Juga:   Ini Sejumlah Ritual Umat Hindu Bali Saat Menghadapi Bencana

Ida Pedanda Gede Sadhawa Jelantik Putra berpulang pada 31 Juli 2025. Ia dikenal bukan hanya sebagai pendeta. Ida Pedanda yang memiliki nama walaka IB Wesnawa ini adalah pendidik sekaligus pemimpin politik yang menjunjung tinggi idealisme, integritas, dan keteladanan. Dengan idealisme, integritas, serta dedikasi yang tinggi, almarhum memberikan teladan baik dalam dunia organisasi maupun kehidupan spiritual.

Baca Juga:   Nuansa Hari Raya Galungan dan Kuningan Sambut Penumpang di Bandara Ngurah Rai

Upacara palebon menggunakan sarana lembu putih yang digarap krama Desa Adat Sengguan, Gianyar. Kehadiran Megawati beserta tokoh-tokoh lain memperlihatkan betapa besar jasa dan pengaruh almarhum, baik dalam dunia spiritual maupun kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga:   Tawur Agung Kesanga di Badung Akan Dipusatkan di Catus Pata Carangsari

Bupati Badung, Adi Arnawa dalam kesempatan itu menyampaikan doa dan penghormatan bagi almarhum. “Almarhum adalah sosok panutan yang tidak hanya berkiprah dalam bidang spiritual, namun juga memberikan teladan dalam kepemimpinan dan kehidupan bermasyarakat. Semoga spirit dan ajaran beliau dapat terus diwarisi oleh generasi penerus,” ujarnya. (BC13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini