Mangrove Benoa Mati Mendadak, Pertamina Patra Niaga Pastikan Tak Ada Kebocoran BBM di Sekitar Tol Bali Mandara

0
27
Mangrove Benoa mati mendadak
Pengecekan yang dilakukan petugas Pertamina Patra Niaga. (ist)

balibercerita.com –
Dugaan matinya sejumlah pohon mangrove secara mendadak di kawasan pesisir Benoa memicu perhatian berbagai pihak. Peristiwa yang terjadi di barat pintu masuk Tol Bali Mandara, wilayah Benoa Kecamatan Denpasar Selatan pada Jumat (20/2) itu sempat dikaitkan dengan isu kebocoran pipa BBM.

Menanggapi informasi yang beredar, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya terhadap perlindungan lingkungan dalam setiap proses bisnis energi. Merska memastikan operasional dari hulu hingga hilir selalu mengacu pada kaidah AMDAL serta menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) guna menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar wilayah operasi.

Baca Juga:   Pemkab Badung Tegaskan Pemanfaatan Pantai Tanjung Benoa Sudah Sesuai Ketentuan

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan bahwa tim dari Terminal BBM Sanggaran langsung melakukan pengecekan lapangan bersama aparat Polairud. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan indikasi tumpahan minyak maupun bau menyengat BBM di lokasi mangrove yang dilaporkan mati. “Pagi ini setelah pengecekan bersama Polairud, tim Terminal BBM Sanggaran juga telah menghadiri undangan rapat koordinasi dari DKLH Provinsi Bali,” ujarnya pada Sabtu (21/2).

Baca Juga:   Trafik Wisatawan Meningkat, Bandara Ngurah Rai Layani 2 Juta Penumpang di Bulan April

Sebagai tindak lanjut, Pertamina Patra Niaga melalui Terminal BBM Sanggaran akan melaksanakan pengecekan kronologis kegiatan operasional terkait sepanjang beberapa bulan terakhir, terutama terkait pekerjaan pipanisasi di sekitar area Benoa.

Selain investigasi, perusahaan juga menyatakan kesiapan untuk mempercepat langkah pemulihan ekosistem mangrove dengan melibatkan berbagai pihak yang memiliki aktivitas di kawasan tersebut, sesuai arahan Pemerintah Provinsi Bali. “Saat ini, Pertamina dalam proses investigasi lebih lanjut terkait operasional terkait termasuk pengecekan ekosistem terdampak untuk memastikan penyebab matinya pohon mangrove secara mendadak di kawasan Benoa,” jelasnya.

Baca Juga:   Undiksha Mulai PMB 2026/2027, Jalur Prestasi SNBP Terbuka sampai 18 Februari

Pertamina mengucapkan terima kasih kepada pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah, APH, dan lembaga setempat yang telah turut bekerja sama dalam proses pengecekan dan pemulihan kawasan. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini