Kunjungan Wisatawan Domestik ke Tanjung Benoa Menurun, Diperkirakan Akibat Isu Kemacetan

0
232
Tanjung Benoa
Suasana perairan Tanjung Benoa. (BC5)

Mangupura, balibercerita.com –
Aktivitas wisata bahari di kawasan Tanjung Benoa tetap berjalan normal meski cuaca ekstrem tengah melanda sejumlah wilayah di Bali. Namun, di balik tingginya angka kunjungan wisatawan mancanegara, tren penurunan wisatawan domestik mulai terasa di kawasan ini.

Menurut Manajer Pengelola Pandawa Watersport, I Made Wijaya yang akrab disapa Yonda, jumlah kunjungan wisatawan domestik selama Juli 2025 menunjukkan penurunan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ia menyebut, penurunan ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari isu kemacetan hingga pergeseran minat destinasi.

Baca Juga:   King Cempaka Kagumi Perayaan Tumpek Uye di Uluwatu

“Kalau dari domestik memang agak berkurang. Mungkin karena mereka memilih destinasi lain seperti Pantai Pandawa atau karena kabar soal kemacetan di wilayah sini,” ujarnya.

Saat ini, wisatawan asing terutama dari India mendominasi aktivitas watersport di Tanjung Benoa. Sekitar 75 persen dari total kunjungan harian berasal dari luar negeri, dengan angka rata-rata mencapai 500 orang per hari. Jumlah ini bahkan bisa melonjak hingga 1.500 orang per hari saat musim liburan seperti tahun baru.

Baca Juga:   The Suaka Baliaga, Rekomendasi Vila Mewah Bernuansa Tropis di Tengah Gemerlap Seminyak

Meskipun menghadapi cuaca yang cukup ekstrem belakangan ini, operasional wisata bahari tetap berjalan lancar. Para pelaku wisata disebut sudah terbiasa dan berpengalaman menghadapi kondisi perairan yang berubah-ubah, termasuk gelombang tinggi yang biasa muncul antara Agustus hingga Oktober.

“Aktivitas tetap jalan seperti biasa. Kami selalu cek info cuaca dari BMKG setiap hari sebagai panduan,” jelas Yonda, yang juga menjabat sebagai Bendesa Adat Tanjung Benoa.

Baca Juga:   Biku, Jagoan Baru Kuliner di Bandara Ngurah Rai

Kini, terdapat sekitar 27 perusahaan watersport yang beroperasi di kawasan ini. Dari berbagai wahana yang tersedia, parasailing adventure masih menjadi favorit wisatawan. Wahana ini kini mengusung sistem pendaratan langsung di atas boat dan memungkinkan dua orang terbang bersamaan dalam satu waktu.

Tarif wisata bahari di Tanjung Benoa bervariasi, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp250 ribu per orang, tergantung jenis aktivitas. Untuk snorkeling, misalnya, wisatawan dikenai tarif Rp160 ribu per orang. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini