Mangupura, balibercerita.com –
Kelurahan Legian terus memperkuat ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari rumah tangga, sekolah, hingga tempat ibadah. Langkah ini diwujudkan melalui berbagai program strategis, seperti distribusi tong komposter dan rencana pengadaan teba modern.
Lurah Legian, Putu Eka Martini mengatakan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak hanya soal pengadaan alat, tetapi juga menciptakan kebiasaan dan pola pikir baru dalam menangani sampah dari sumbernya. “Ini kami lakukan sekaligus sebagai edukasi kepada masyarakat untuk memilah dan mengolah sampahnya sendiri,” ujarnya.
Sejak Juli lalu, sebanyak 123 tong komposter telah disalurkan kepada warga di tiga lingkungan yaitu Legian Kaja, Tengah, dan Kelod. Penerima meliputi kader bank sampah, nasabah aktif, sekolah-sekolah, bahkan pura. “Kami ingin memastikan bahwa pengelolaan sampah dilakukan di seluruh aspek kehidupan masyarakat,” jelasnya.
Hasil evaluasi awal menunjukkan antusiasme tinggi dari warga. Mereka rutin menggunakan tong komposter untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk. Namun, Eka mengakui bahwa jumlah alat yang tersedia masih jauh dari kebutuhan.
“Idealnya kami butuh sekitar 3.000 unit. Tapi banyak warga juga yang mulai bergerak mandiri membeli tong komposter sendiri. Ini menunjukkan ekosistem yang mulai terbentuk,” tambahnya.
Ke depan, Kelurahan Legian juga telah mengusulkan pengadaan teba modern, fasilitas pengelolaan sampah organik berbasis rumah tangga yang diharapkan bisa terealisasi tahun depan. “Sebagian warga sudah lebih dulu membangun teba sendiri. Ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai memahami pentingnya sistem pengelolaan sampah yang terpadu,” katanya. (BC5)



















