Ketua DPRD Badung Buka Lomba Ceki di Banjar Pesalakan Tuban

0
251
Anom Gumanti
Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti membuka lomba ceki yang diselenggarakan oleh Sekaa Teruna Bhuana Kusuma, Banjar Pesalakan, Desa Adat Tuban, Minggu (19/10). (ist)

balibercerita.com –
Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti menghadiri sekaligus membuka secara resmi lomba ceki yang diselenggarakan oleh Sekaa Teruna Bhuana Kusuma, Banjar Pesalakan, Desa Adat Tuban, pada Minggu (19/10).

Kegiatan ini juga dihadiri oleh anggota DPRD Badung, Nyoman Graha Wicaksana dan I Nyoman Sudana, Sekcam Kuta, Made Agus Suantara, Kaling dan Kelian Banjar Pesalakan, serta masyarakat setempat.

Baca Juga:   Stella Balinese Jasmine Sensation, Bangkitkan Kenangan Indah di Bali

Lomba ceki yang menjadi salah satu bentuk kegiatan sosial budaya ini diinisiasi oleh kalangan generasi muda Banjar Pesalakan sebagai ajang mempererat kebersamaan dan memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti mengapresiasi semangat Sekaa Teruna Bhuana Kusuma yang terus menjaga kekompakan melalui kegiatan positif seperti lomba ceki. “Kegiatan seperti ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial, menjaga tradisi, dan membangun kebersamaan di lingkungan banjar,” ujarnya.

Baca Juga:   Kehadiran Noah di HUT Kota Mangupura Diyakini Sedot Kehadiran Masyarakat

Ia juga menegaskan, DPRD Badung akan terus mendukung kegiatan masyarakat, khususnya yang digagas oleh kalangan muda sebagai bagian dari pelestarian budaya dan penguatan identitas lokal di wilayah Kuta dan sekitarnya.

Lomba ceki di Banjar Pesalakan ini diikuti oleh peserta dari berbagai banjar di Desa Adat Tuban. Suasana penuh keakraban tampak sejak pembukaan hingga berlangsungnya pertandingan.

Baca Juga:   Keren, Masa Depan Moda Transportasi Udara Diuji Coba di Bali

Acara ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara masyarakat, desa adat, dan pemerintah daerah. “Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi contoh bagaimana generasi muda menjaga kebudayaan sambil tetap berkreasi,” tutup Gusti Anom Gumanti. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini