Kawasan Candidasa akan Ditata Ulang, Begini Perencanaan Bupati Karangasem

0
468
Candidasa
Kolam lotus sebagai salah satu pesona wisata kawasan Candidasa. (BC5)

balibercerita.com –
Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, terus berupaya menghidupkan kembali denyut pariwisata di daerahnya. Tak ingin sektor unggulan itu terus tertidur, sosok yang akrab disapa Gus Par ini kini memusatkan perhatian pada Pantai Candidasa, kawasan yang disebutnya sebagai wajah utama pariwisata Karangasem.

Dalam pertemuannya bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, Gus Par membahas dua agenda besar berupa penataan ulang kawasan pesisir dan penyediaan air bersih bagi masyarakat. Salah satu program prioritas yang didorong percepatannya adalah Candidasa Beach Conservation Project (BBCP) Phase II. Proyek ini memiliki misi melindungi garis pantai sepanjang 5,6 kilometer dari ancaman abrasi sekaligus mempercantik area wisata tersebut.

Baca Juga:   Penerbangan Internasional Terus Tumbuh 

“Candidasa adalah wajah pariwisata Karangasem. Kami ingin kawasan ini hidup lagi, tertata rapi, dan bisa menarik banyak turis seperti dulu,” ujar Gus Par, Sabtu (18/10).

Menurutnya, upaya revitalisasi ini tidak hanya membangun pemecah ombak. Pemerintah juga berencana menambah jalur pedestrian, fasilitas publik, serta menata ulang lingkungan sekitar agar lebih ramah wisatawan. Ia pun menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak, mulai dari pemilik hotel, PHRI, hingga warga setempat dalam proses penataan tersebut.

Baca Juga:   Bandara Ngurah Rai Layani 22,1 Juta Penumpang hingga November 2025, Australia dan India Mendominasi

“Selain itu, lahan wantilan di sebelah kolam lotus Candidasa yang kini terbengkalai diusulkan agar diubah menjadi kantor informasi pariwisata. Tujuannya agar wisatawan mudah mendapat informasi dan promosi wisata Karangasem jadi lebih kuat,” katanya.

Selain pariwisata, Gus Par juga menyoroti kebutuhan air bersih. Ia menilai, keberlanjutan wisata tidak bisa dipisahkan dari ketersediaan air yang memadai.

Baca Juga:   Unud Umumkan Hasil Seleksi Jalur Mandiri UTBK, 1.373 Peserta Dinyatakan Lolos

Saat ini, sumber air dari program SPAB Telaga Waja memiliki potensi aliran 460 liter per detik, tapi baru sekitar 115 liter per detik yang dimanfaatkan. Oleh karena itu, ia meminta BWS Bali Penida mempercepat langkah agar distribusi air bersih menjangkau wilayah yang sering dilanda kekeringan.

“Kita meminta BWS Bali Penida bergerak cepat agar suplai air bersih bisa diperluas ke daerah-daerah yang sering kekeringan,” ucapnya. (BC13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini