Penguatan Sistem Karantina Jadi Sorotan Utama Kunjungan Komisi IV DPR RI ke Bali

0
236
Karantina
Gubernur Koster saat menemani Komisi IV DPR RI ke Barantin Bali. (ist)

Denpasar, balibercerita.com –
Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Deputi Bidang Karantina Ikan, Drama Panca Putra, mendampingi Komisi IV DPR RI dalam kunjungan kerja ke Provinsi Bali. Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau dan membahas penguatan sektor pangan, pertanian, kehutanan, kelautan-perikanan, serta perkarantinaan di wilayah Bali.

Rombongan Komisi IV DPR RI yang dipimpin oleh Alex Indra Lukman disambut langsung oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster. Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa arah pembangunan Bali berlandaskan pada visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang menitikberatkan pada harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas sebagai bagian dari ajaran Sad Kerthi.

Baca Juga:   Rangkaian Perayaan HUT ke-128, BRI Regional Office Denpasar Gelar Donor Darah 

Ketua Tim Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman menegaskan pentingnya sistem perkarantinaan sebagai bagian dari ketahanan nasional. “Ketahanan pangan, hutan yang lestari, kelautan dan perikanan yang berkelanjutan, serta sistem perkarantinaan yang kuat merupakan fondasi dalam menjamin masa depan ekonomi dan keseimbangan lingkungan. Perkarantinaan menjadi garda depan sistem pertahanan negara,” ujar Alex.

Deputi Bidang Karantina Ikan, Drama Panca Putra, menjelaskan bahwa Barantin memiliki peran strategis dalam pengawasan lalu lintas media pembawa hama dan penyakit hewan karantina (HPHK), Hama dan penyakit ikan karantina (HPIK), serta organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK). Pengawasan dilakukan secara menyeluruh pada tiga lapis perlindungan yaitu pre-border, at-border, dan post-border.

Baca Juga:   PKK Denpasar Akan Gelar Pasar Rakyat

“Melalui pendekatan ini, Barantin terus melakukan inovasi, seperti Sertifikasi Kesehatan Ikan berbasis CKIB (cara karantina ikan yang baik), digitalisasi layanan, penguatan laboratorium, serta harmonisasi regulasi antarinstansi dan dengan negara mitra dagang,” jelas Drama.

Dalam pertemuan tersebut, Drama juga mengusulkan penyesuaian regulasi terkait status penyakit hewan seperti flu babi (ASF), rabies, dan flu burung, yang mulai menunjukkan perbaikan di Bali. Ia juga menyoroti perlunya pembangunan fasilitas fumigasi untuk mendukung kelancaran ekspor.

“Diperlukan pembaharuan regulasi agar sesuai dengan kondisi terkini. Kami juga mendorong pembangunan depo petikemas dengan fasilitas fumigasi oleh Pelindo agar lalu lintas komoditas lebih lancar dan ekspor dari Bali semakin kompetitif,” tambahnya.

Baca Juga:   16 Pesawat Diparkir di Bandara Ngurah Rai Saat Nyepi

Kepala Karantina Bali, Heri Yuwono mencatat peningkatan aktivitas ekspor dari Bali selama Januari–Juni 2025 sebanyak 10.280 kali, naik dari 10.039 kali pada periode yang sama tahun 2024. Komoditas unggulan meliputi Benih Bandeng, Ikan Tuna, Cumi-cumi, Manggis, Vanili, Reptil, Kumbang, dan Kepompong.

Selain Barantin dan Komisi IV, kunjungan ini juga melibatkan perwakilan dari Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kehutanan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum BULOG, PT Pupuk Indonesia, ID Food, serta Pemerintah Provinsi Bali. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini