Mangupura, balibercerita.com –
Selama pelaksanaan Pujawali Ida Batara di Pura Luhur Uluwatu, kawanan kera yang biasanya berkeliaran di sekitar pura tampak menghilang. Hal ini disebabkan oleh langkah sementara dari pihak pangempon pura yang memindahkan kera-kera tersebut ke area timur, tepatnya di sekitar lokasi parkir kendaraan di luar kawasan utama DTW Uluwatu.
Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta menyampaikan bahwa pengungsian ini bersifat sementara hingga prosesi nyineb pada Jumat, 14 Mei. Keputusan ini diambil guna menjaga kenyamanan dan kekhusyukan para pamedek yang datang bersembahyang selama rangkaian upacara.
“Selama pujawali, jumlah krama yang datang meningkat, dan banyak sarana upakara berupa buah-buahan. Agar tidak terganggu, kera-kera kami arahkan ke area timur dan kami beri umpan makanan di sana,” jelasnya, Selasa (13/5).
Proses pemindahan dilakukan tanpa paksaan. Kawanan kera diarahkan dengan pemberian makanan agar berpindah secara alami. Di lokasi penampungan sementara, mereka tetap diberi buah-buahan setiap hari.
Keberadaan kera di Uluwatu telah lama menjadi simbol harmoni antara manusia dan alam, sesuai prinsip Tri Hita Karana, khususnya dalam aspek palemahan (lingkungan). Daya tarik mereka bahkan menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan mancanegara.
“Kami berkomitmen menjaga keberadaan wanara ini. Mereka adalah bagian penting dari DTW Uluwatu dan memberikan nilai tambah secara alami,” pungkas Sumerta. (BC5)
















