Denpasar, balibercerita.com –
Harga hewan kurban mengalami peningkatan akibat adanya penyakit mulut dan kuku (PMK). Merebaknya PMK membuat sapi dan kambing yang langka di pasaran. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPW LDII Provinsi Bali H. Hardilan saat pemotongan hewan kurban pada perayaan Idul Adha, di Sekretariat LDII Provinsi Bali, Minggu (10/7).
Ia menuturkan, kambing yang sebelumnya harganya Rp1,5 juta, kini menjadi Rp2,5 juta, bahkan Rp3,5 juta. Sementara, sapi yang semula Rp10 jutaan kini menjadi Rp20 juta dengan berat 400 sampai 500 kg. Meskipun harga hewan kurban naik, ia mengatakan untuk LDII seluruh Bali memotong sebanyak 103 ekor sapi dan 220 ekor kambing. Untuk pemotongan kambing menurun sebanyak 10 persen. “Nominalnya sama dengan tahun lalu, tapi jumlah hewannya menurun karena harganya meningkat,” katanya.
Itu nantinya akan dijadikan sebanyak 10 ribu paket dan rencananya dibagikan kepada umat atau masyarakat yang memesan maupun yang membutuhkan. “Kami tidak memandang suku, ras, agama. Intinya yang meminta dan membutuhkan wajib kami berikan,” paparnya.
Dalam pelaksanaan pemotongan khusus di Sekretariat LDII Bali melibatkan sebanyak 50 orang panitia termasuk juru sembelih halal. Pemotongan seharusnya selesai pukul 14.00 Wita. Itu dimaksudkan agar tidak terlalu sore dalam pembagiannya. Untuk pembagian dagingnya dilakukan secara door to door ke rumah-rumah, sehingga tidak menimbulkan kerumunan.
Sementara, untuk kesehatan hewan kurban sudah ada pengecekan dari Dinas Peternakan Provinsi Bali. “Dari hasil pengecekan semua dinyatakan aman. Karena memang hewan yang akan disembelih kami cek kesehatan dan fisiknya,” terangnya. (BC17)

















